Mobil Listrik Hasilkan Toksin Layaknya Diesel

Oleh Mochamad Wahyu Hidayat pada 11 Mei 2016, 14:02 WIB
Diperbarui 11 Mei 2016, 14:02 WIB
20160421-Mobil-Listrik-Tanpa-Awak-China-Reuters
Perbesar
Mobil listrik tanpa awak LeSEE buatan LeEco diperkenalkan di Beijing, China (20/4). Mobil listrik pertama buatan LeEco ini dapat melaju self-driving atau tanpa awak yang dikendalikan melalui perintah suara dari smartphone. (REUTERS/Damir Sagolj)

Liputan6.com, Jakarta - Kendaraan listrik, kendaraan hybrid, dan kendaraan ramah lingkungan lainnya ternyata menghasilkan toksin sebanyak yang dihasilkan kendaraan diesel.

Dikutip dari Daily Mail, Rabu (11/5/2016), kendaraan ramah lingkungan menghasilkan partikel-partikel lebih kecil dari ban dan rem yang aus karena baterai dan bagian lainnya, yang diperlukan untuk mendorong kendaraan tersebut, membuatnya menjadi lebih berat.

Hal ini terjadi karena ketika kendaraan ramah lingkungan mempercepat atau memperlambat lajunya, ban dan rem menjadi cepat aus. Dari sini timbul lebih banyak partikulat.

Selain itu, lebih banyak partikel juga melecut dari permukaan jalan karena berat tambahan.

Dalam penelitian yang dimuat di jurnal Atmospheric Environment, Peter Achten dan Victor Timmers dari Universitas Edinburgh mengatakan, "Kami menemukan bahwa emisi selain dari gas buang, yakni dari rem, ban, dan jalanan, jauh lebih besar daripada emisi gas buang di semua mobil modern."

Emisi ini, menurut temuan tersebut, lebih beracun daripada emisi mesin modern. Karena itu, emisi ini juga cenderung menjadi penyebab serangan jantung, stroke, dan asma ketika tingkat polusi udara tampak mengalami lonjakan.

Salah satu yang disoroti di dalam penelitian ini adalah ke depannya harus ada kebijakan yang mengatur agar beban kendaraan listrik menjadi lebih ringan, sehingga emisi tersebut di atas menjadi berkurang.

(Why/Isk)