Berapa Lama Orang Indonesia Chatting dalam Sebulan?

Oleh Jeko I. R. pada 26 Feb 2016, 06:42 WIB
Diperbarui 26 Feb 2016, 06:42 WIB
Chatting di BlackBerry Messenger Sekarang Bisa Pakai Stiker
Perbesar
BBM (ist.)

Liputan6.com, Jakarta - Pernahkah Anda berpikir berapa banyak waktu yang dihabiskan pengguna smartphone Indonesia untuk chatting dalam waktu satu bulan? Jawabannya mungkin beragam.

Akan tetapi, menurut data yang disampaikan lembaga riset Growth for Knowledge (GfK), orang Indonesia rela menghabiskan waktu memakai aplikasi pesan instan sebanyak 19 jam dalam sebulan.

Seperti diterangkan oleh Karthik Venkatakrishnan, Regional Director GfK Asia, dalam salah satu sesi konferensi yang diadakan di Social Media Week 2016, rata-rata pengguna smartphone di Indonesia bisa menghabiskan waktu 32 jam untuk memakai aplikasi apapun dalam waktu sebulan. Sebanyak 19 jam di antaranya dipakai sebagai waktu 'chatting'.

 Karthik Venkatakrishnan, Regional Director GfK Asia (Liputan6.com/Jeko Iqbal Reza)
"Indonesia menjadi negara dengan jumlah penggunaan aplikasi dalam waktu paling banyak jika dibandingkan negara lain. Tercatat, orang Brazil hanya menggunakan aplikasi di smartphone-nya dalam waktu 20 jam, begitupun dengan orang Jerman," kata Karthik ditemui di sesi Social Media Week, Kamis (25/2/2016) kemarin.

Sementara, ia juga membeberkan pengguna smartphone di Belanda hanya menggunakan aplikasi sebanyak 17 jam dalam sebulan. Meski begitu, waktu penggunaan aplikasi pesan instan di semua negara tersebut sama dengan Indonesia.

Karthik juga mengungkap, terdapat 15 aplikasi favorit penggunanya berdasarkan riset yang telah dilakukan. Berikut daftarnya:

1. BBM
2. WhatsApp Messenger
3. Line
4. Facebook
5. Instagram
6. Google Play
7. Google Search
8. Clash of Clans
9. Path
10. YouTube
11. Facebook Messenger
12. Google Music
13. Pou
14. Google Gmail
15. Twitter

Survei ini telah diadakan oleh GfK Asia bersama dengan Indonesian Digital Association (IDA) dan Baidu ke beberapa wilayah, antara lain Jakarta, Bodetabek, Bandung, Semarang dan Surabaya pada bulan Oktober-November 2015.

(Jek/Cas)