CEO Snapchat: Perusahaan Kami Tidak Dijual

Oleh Adhi Maulana pada 27 Mei 2015, 11:52 WIB
Diperbarui 27 Mei 2015, 11:52 WIB
Iklan di Snapchat Terbukti Efektif
Perbesar
Co-founders Snapchat (Foto: Los Angeles Times)

Liputan6.com, Jakarta - Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini, Snapchat menjelma menjadi salah satu layanan pesan instan dan berbagi foto terpopuler. Hal tersebut menarik perhatian sejumlah perusahaan besar, termasuk Facebook, untuk mengakuisisinya.

Namun usaha Facebook untuk memiliki Snapchat selalu menemui jalan buntu. Terakhir di tahun 2014 kemarin, pinangan Facebook dengan mahar mencapai US$ 3 milliar atau setara Rp 34,88 triliun, ditolak mentah-mentah oleh CEO Snapchat, Evan Spiegel.

Terkini, pada gelaran konferensi Re/code, Spiegel kembali menegaskan bahwa perusahaan yang ia dirikan itu tidak akan dijual. Malahan Spiegel secara gamblang mengungkapkan jika kini Snapchat sudah siap untuk go public, alias menjadi perusahaan publik dengan menggelar initial public offering IPO.

"Kita perlu IPO. Kita sudah memiliki rencana untuk melakukan itu," kata Spiegel seperti yang dikutip dari laman Business Insider, Rabu (27/5/2015).

Snapchat sendiri saat ini merupakan salah satu layanan pesan instan yang digemari para pengguna segmen remaja.

Kurang dari tiga tahun setelah meluncur pada 2011, Snapchat dilaporkan telah memiliki lebih dari 100 juta pengguna aktif bulanan. Kini Snapchat dilaporkan bernilai US$ 15 miliar, kendati belum memiliki profit yang signifikan.

(dhi/dew)