Kembangkan Aplikasi Qiscus, Tim Pendiri Rogoh Kocek Sendiri

Oleh Denny Mahardy pada 21 Apr 2015, 19:25 WIB
Diperbarui 21 Apr 2015, 19:25 WIB
Rupiah
Perbesar
Rupiah (Antara Foto)

Liputan6.com, Jakarta - Modal terbatas seharusnya tak mematahkan semangat untuk membangun sebuah perusahaan rintisan (startup). Prinsip tersebut dipegang teguh oleh para pembuat aplikasi pesan instan kelas bisnis, Qiscus, hingga akhirnya mereka memiliki perusahaan startup sendiri.

Tim pengembang Qiscus yang terdiri dari empat orang bertemu sewaktu sama-sama menimba ilmu di Nanyang Technology University, Singapura. Mereka adalah Amin Nordin (Singapura), Delta Purna Widyangga (Indonesia), Muhammad Md Rahim (Malaysia) dan Evan Purnama (Indonesia).

Sekelompok pengembang muda ini menjalankan bisnis dengan modal awal sebesar S$ 65 ribu yang berasal dari kantong pribadi mereka. Tak lama berselang, Qiscus mendapat suntikan modal investasi S$ 100 ribu serta program investasi yang dalam proses sebesar S$ 250 ribu.

"Kita mulai menjalankan bisnis ini dengan modal awal dari patungan semua founder. Berikutnya baru kita dapat dari investasi pihak lain dari Singapura maupun Indonesia," ungkap Delta Purna Widyangga, CIO Qiscus.

Ditemui di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (21/4/2015), para pendiri Qiscus mengaku ada beberapa perusahaan yang ikut berinvestasi dalam pengembangan Qiscus antara lain Captii Sdn Bhd, Spaze Ventures Pte Ltd, PT Sinergitas Mandiri Infokom dan Henry Setiawan.

Rencananya, mereka akan kembali menjaring investasi yang ditanamkan dari berbagai lembaga penanam modal untuk memperkuat lini bisnis yang dijalankan.

"Kita berharap akan bisa mendapat tambahan investasi. Tapi sementara ini kita sedang berusaha mengembangkan bisnis dengan hasil pembayaran para pengguna dulu," tambah Delta.

Hingga saat ini, Qiscus telah dipakai lebih dari 250 perusahaan di Indonesia, Singapura dan Malaysia. Sedangkan jumlah akun pengguna Qiscus diklaim telah mencapai ribuan akun.

(den/dew)