Mulai Tahun Ini, Semua Smart TV Samsung Pakai OS Tizen

Oleh Dewi Widya Ningrum pada 12 Feb 2015, 17:07 WIB
Mulai Tahun Ini, Semua Smart TV Samsung Pakai OS Tizen

Liputan6.com, Bangkok - Di acara Samsung Forum 2015 yang saat ini sedang berlangsung di Bangkok, Thailand, Samsung memamerkan beragam produk inovatif yang akan menjadi andalannya tahun ini. Salah satu yang dipamerkan adalah Smart TV alias televisi pintar.

"Tahun ini Samsung membawa pengalaman menonton ke tingkat yang paling tinggi lewat UHD TV, dengan kontras dan tingkat kecerahan luar biasa dan warna spektakuler", kata President dan CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, Yong Sung Jeon dalam sambutannya.

Yang menarik, mulai tahun 2015 ini semua Smart TV Samsung yang baru akan didukung oleh sistem operasi (OS) Tizen. Hal itu diungkap oleh Brad Wright, Director Samsung Electronics Australia.

"Smart TV Samsung akan dipasarkan dengan OS Tizen. Samsung juga akan membawa konten favorit konsumen melalui aplikasi dan kerjasama" kata Wright di Impact Forum Convention Center, Bangkok, Thailand, Kamis (12/2/2015).

Dengan Smart TV yang terintegrasi OS Tizen, Samsung ingin menyediakan konektivitas yang lebih baik untuk konsumen dan mempermudah para developer untuk membuat aplikasi sehingga konsumen dapat mengakses lebih banyak lagi konten dan layanan dari Smart TV Samsung.

Tizen memang merupakan sistem operasi baru di ranah perangkat mobile yang merupakan hasil kerjasama Samsung dan Intel. Namun Samsung optimis Tizen akan mampu mendominasi semua lini perangkat, sama seperti Android milik Google. Melalui Tizen, Samsung tak hanya ingin mengincar perangkat mobile, tapi juga seluruh perangkat pintar yang ada.

Samsung rencananya akan menawarkan tiga seri baru S-UHD TV miliknya, mulai dari ukuran 48 hingga 88-inci. S-UHD TV hadir dengan kualitas gambar yang superior, tingkat kontras yang menakjubkan dan warna yang lebih cerah. Teknologi yang ada pada televisi ini diklaim dapat menghasilkan gambar dengan tingkat kontras dan kecerahan 2,5 kali lebih terang dibanding TV konvensional.

(dew)