Pinger Locator, Gadget Canggih Pelacak Black Box AirAsia QZ8501

Oleh Adhi Maulana pada 04 Jan 2015, 12:11 WIB
Diperbarui 04 Jan 2015, 12:11 WIB
Pinger Locator, Gadget Canggih Pelacak Black Box AirAsia QZ8501

Liputan6.com, Jakarta - Proses pencarian bagian pesawat terbang AirAsia QZ8501 di perairan Selat Karimata masih terus berlangsung. Kini operasi pencarian dilaporkan memasuki tahap perburuan 'black box' yang menyimpan berbagai data penting penerbangan pesawat dengan rute Surabaya-Singapura tersebut. Dengan ditemukannya black box, diharapkan misteri apa yang terjadi dengan QZ8501 dapat terungkap dan diambil pelajarannya.

Salah satu perangkat canggih yang digunakan untuk menemukan black box adalah Pinger Locater yang dimiliki oleh Kapal Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT).

Menurut keterangan yang dilansir laman BBC, Pinger Locater adalah perangkat pengirim dan penangkap sinyal (ping) berbasis sonar yang dalam beberapa tahun terakhir memang diandalkan untuk melacak keberadaan black box sebuah pesawat yang mengalami kecelakaan. Pinger Locator juga menjadi perangkat utama yang digunakan dalam misi pencarian pesawat Malaysian Airlines MH730 yang juga hilang pada Maret 2014 lalu.

Cara kerja Pinger Locater sejatinya cukup sederhana. Perangkat ini bekerja dengan cara ditenggelamkan ke dalam lautan dengan menggunakan sebuah alat yang biasa disebut dengan 'tow fish'. Dengan tow fish yang berupa robot bawah laut atau remotely operated vehicle (ROV), Pinger Locator dapat menjelajahi lautan dalam mencari keberadaan dua perangkat penting, yakni Cockpit Voice Recorders dan Flight Data Recorders (black box).

Pinger Locator akan memulai kerjanya dengan mengirimkan sonar yang umumnya berjalan di frekuensi 37,5 kHz. Sonar yang dirimkan ini akan ditangkap oleh suar milik black box dan dikembalikan lagi ke Pinger Locater. Dengan begini, Pinger Locater dapat menentukan titik keberadaan black box dengan mudah.

Hebatnya lagi, sonar yang dikirimkan oleh Pinger Locater disebutkan dapat menembus kedalaman lautan hingga 20 ribu kaki, atau setara dengan 6.100 meter.

Semoga dengan bantuan perangkat canggih seperti Pinger Locater ini, black box milik pesawat AirAsia QZ8510 dapat segera ditemukan dan misteri kecelakaan pesawat ini dapat segera terungkap.