Siap-siap, Pengguna Snapchat Akan Dihantui Iklan

Oleh Denny Mahardy pada 10 Okt 2014, 15:35 WIB
Diperbarui 10 Sep 2019, 13:35 WIB
snapchat

Liputan6.com, Jakarta Aplikasi pesan instan (chatting) kian berkembang. Snapchat adalah salah satu aplikasi populer yang banyak dipakai pengguna gadget. Perusahaan itu dikabarkan tengah menyiapkan skema bisnis baru untuk mencari pendapatan.

Skema bisnis yang akan dijalankan Snapchat ialah dengan memasukkan iklan ke dalam layanan pesan instan penggunanya. Rencana menerima iklan itu diungkap oleh Evan Spiegel selaku CEO Snapchat dalam acara Vanity Fair Summit.

Laporan Business Insider menyebutkan, Spiegel menyatakan bahwa iklan di layanannya akan digabungkan dengan fitur 'Stories'. Fitur tersebut memungkinkan penggunanya menggabungkan video dan foto dalam berbagai macam slideshow.

Lebih lanjut, Spiegel menyebutkan bahwa iklan tidak akan menjadi target utama perusahaan. Selain itu, pengguna juga diberi kewenangan penuh untuk memilih apakah dirinya akan melihat iklan yang disediakan Snapchat atau melewatkannya.

Snapchat sendiri merupaka aplikasi pesan instan yang memungkinkan penggunanya berbincang lewat foto. Perusahaan menyediakan obrolan berbatas waktu yang diakui untuk melindungi perbincangan yang sedang dilakukan penggunanya agar tak diketahui orang lain.

Di beberapa negara barat, Snapchat sangat digandrungi para pengguna gadget. Popularitas tinggi yang dimiliki Snapchat membuatnya diincar perusahaan besar seperti Facebook dan Google, tapi tawaran kedua raksasa teknologi itu kandas ditolak Snapchat.