Waspada! Malware Sedot Pulsa Intai Pengguna Android

Oleh Adhi Maulana pada 05 Agu 2014, 13:48 WIB
Diperbarui 05 Agu 2014, 13:48 WIB
Dirancang Bebas, Google Akui Android Tidak Aman
Perbesar
Head of Android Google Sundar Pichai mengatakan jika ia berada di bisnis menciptakan malware, ia kemungkinan akan menargetkan Android juga.

Liputan6.com, Tiongkok - Pasca pelarangan penggunaan produk keamanan komputasi dari perusahaan asing, kini para pengguna smartphone Android di Tiongkok kabarnya mulai diserang sebuah malware baru yang cukup berbahaya. Malware yang diketahui bernama XXshenqi ini beredar luas melalui SMS dan telah menjangkiti jutaan smartphone Android di Tiongkok.

Bila pengguna mengklik link yang ada di dalam SMS, maka smartphone akan secara otomatis mengunduh sebuah aplikasi berisi malware. Malware ini akan secara terus menerus memaksa smartphone Anda untuk mengirimkan SMS berisi link yang sama ke seluruh daftar kontak. Hal ini menyebabkan pulsa pada perangkat pengguna terkuras tanpa disadari.



Dilaporkan laman Xinhua, Selasa (5/8/2014), banyak pengguna smartphone di Tiongkok yang terdorong membuka SMS dan meng-klik link di dalamnya karena merasa pesan tersebut dikirimkan oleh kontak yang mereka kenal.

Permasalah malware ini menjadi begitu serius hingga pihak kepolisian Tiongkok pun harus ikut turun tangan menyelesaikan masalah. Melalui jejaring sosial Sina Weibo, kepolisian Tiongkok merilis pengumuman resmi yang berisi imbauan agar para pengguna smartphone tidak tergoda untuk membuka SMS berisi malware tersebut.

Selain itu, divisi cybercrime kepolisian Tiongkok juga membuka layanan pengaduan bagi para pengguna smartphone yang perangkatnya sudah terlanjur terjangkit malware XXshenqi.

Untungnya sejauh ini belum ada informasi yang menunjukkan bahwa malware ini beredar di luar Tiongkok. Namun para pengguna perangkat berbasis Android tetap disarankan untuk waspada.

Pemerintah Tiongkok sendiri baru-baru ini diketahui memblokir produk-produk keamanan komputasi dari produsen luar negeri. Symantec dan Kapersky adalah dua perusahaan kemanan komputasi ternama dunia yang turut kehilangan pasar di Tiongkok akibat diberlakukanya kebijakan tersebut.

Sebagai gantinya, pemerintah Tiongkok mempercayakan kemanan komputasi bagi rakyatnya kepada sejumlah produsen lokal seperti Qihoo 360 Technology Co dan Venustech.