Android Surganya Malware, Apa Kata Google?

Oleh Denny Mahardy pada 07 Jul 2014, 18:00 WIB
Diperbarui 07 Jul 2014, 18:00 WIB
Waspada! Malware Baru Ini Sandera Foto & Video di Android
Perbesar
Malware Android (mashable.com)

Liputan6.com, Jakarta - Seiring popularitasnya, sistem operasi Android sering dijadikan sasaran para pembuat malware. Posisinya sebagai open-source membuat para pembuat malware menjadikan Android sebagai `surga` bagi malware buatannya.

Namun, kebanyakan orang cenderung berlebihan ketika menemukan celah keamanan dalam sistem operasi mobile Android. Seperti di perusahaan komputer kawakan asal Amerika Serikat, IBM.

IBM melaporkan celah keamanan pada Android yang ditemukannya kepada tim Keamanan Android di Google. Tapi, ketika IBM melaporkan soal celah itu, respons yang diberikan Google tak begitu mengejutkan.

Pasalnya, ketika diselidiki, celah itu hanya mempengaruhi sistem operasi yang berada di Android versi 4.3, bukan pada versi sebelum ataupun sesudahnya. Jadi celah itu hanya mempengaruhi sekitar 10% ekosistem Android yang ada.

Celah keamanan yang ditemukan saat itu memang terbilang cukup berbahaya karena memungkinkan hacker untuk mendapatkan akses ke KeyStore Android dan mengungkap data pribadi pengguna, seperti data perbankan dan kredesial jaringan virtual pribadi, PIN dan sistem keamanan lainnya.

Namun, eksploitasi celah keamanan yang ada di Android tak semudah yang dibayangkan. Google mengklaim telah menyediakan brankas khusus yang berfungsi untuk mencegah eksekusi data dan mengacak alamat data yang ada di dalamnya. Walhasil, eksploitasi celah keamanan akan lebih sulit dengan brankas tersebut.

Tak hanya itu, seorang hacker juga perlu memasang aplikasi pembantu yang diinstal di handset target untuk bisa mengeksploitasi celah keamanan yang berhasil didapatkannya. Meski ada kemungkinan data tetap aman dari eksploitasi, celah di keystore merupakan suatu hal yang perlu ditambal karena sangat berisiko.

Jadi, pengguna tetap harus berhati-hati pada aplikasi yang akan diinstal di perangkat yang sudah diketahui terdapat celah keamanan di dalamnya. Bagaimanapun, keamanan data jauh lebih penting bukan?

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Rezekiku dari Offline ke Online