Ini Bukti Kalau Orang Indonesia Doyan Chatting

Oleh Dewi Widya Ningrum pada 18 Jun 2014, 01:30 WIB
Diperbarui 24 Jan 2017, 09:52 WIB
Chatting di BlackBerry Messenger Sekarang Bisa Pakai Stiker

Liputan6.com, Jakarta - Orang di Indonesia dikenal sangat sosial di dunia maya. Sebagian waktu mereka dihabiskan di smartphone untuk chattingan. Di antara sekian banyak aplikasi chatting, BlackBerry Messenger (BBM) ternyata masih favorit dipakai.

Fakta ini diketahui dari penelitian yang dilakukan perusahaan riset pasar Nielsen, yang menyimpulkan bahwa orang Indonesia suka chatting menggunakan aplikasi BBM di tengah maraknya aplikasi lain seperti WhatsApp, LINE dan KakaoTalk. 

Menurut Anil Antony, Direktur Eksekutif Consumer Insight di Nielsen Indonesia, hampir 79% pengguna smartphone di Indonesia chatting menggunakan aplikasi BBM dengan rata-rata waktu sekitar 23 menit perhari.

Aplikasi chatting lain seperti WhatsApp dan LINE masing-masing digunakan oleh 57% dan 30% pengguna smartphone, dengan durasi waktu masing-masing enam menit dan lima menit perhari. Demikian dilansir Valuewalk.

"WhatsApp dan aplikasi chat lainnya tidak terlalu memiliki keterikatan emosional untuk menggantikan BBM. Orang sudah memiliki family group sendiri, serta grup-grup lain di BBM, sehingga mereka tak ingin tidak ada dalam percakapan itu," kata Anil.

2 of 3

Lama chattingan

Mengenai waktu yang dihabiskan untuk chatting secara umum, studi Nielsen mengungkapkan bahwa 71% pengguna smartphone menghabiskan 26% atau 37 menit waktunya perhari di smartphone dengan berbagai aplikasi chatting.

Yang menarik adalah waktu yang dihabiskan untuk mengobrol lebih lama daripada browsing di internet (33 menit) dan menggunakan fitur hiburan (27 menit).

Fakta lain yang menakjubkan adalah panggilan telepon dan pesan SMS porsinya hanya sedikit. Pengguna smartphone hanya menghabiskan waktu 6 menit untuk telepon dan 8 menit perhari untuk mengirim SMS.

3 of 3

BlackBerry disukai?

Orang Indonesia Menyukai BlackBerry?

Nama BlackBerry memang sangat populer di Indonesia sejak perusahaan asal Kanada itu masuk ke Tanah Air beberapa tahun silam. Penelitian ini seakan membenarkan bahwa orang Indonesia lebih menyukai handset BlackBerry.

Meskipun demikian, pangsa pasar BlackBerry telah merosot di Indonesia, dari 43% pada tahun 2011 menjadi 13,54% tahun 2013, menurut data International Data Corporation (IDC) Indonesia.

Menurut penelitian Nielsen, 48% dari pengguna ponsel Indonesia memiliki smartphone BlackBerry dan BlackBerry adalah merek favorit bagi 34% pengguna smartphone.

Indonesia sendiri belakangan ini banyak dijadikan target pasar para pembuat smartphone. Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia diperkirakan akan naik lebih dari dua kali lipat menjadi 125 juta pada tahun 2017, dari sekitar 60 juta tahun 2013 lalu.

Lanjutkan Membaca ↓