Bocah 14 Tahun Bobol ATM Dari Petunjuk Manual

Oleh Iskandar pada 11 Jun 2014, 07:21 WIB
Diperbarui 08 Agu 2017, 17:14 WIB
Ilustrasi Pembobolan ATM (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Montreal - Aktivitas pembobolan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan menggunakan hardware atau software berteknologi tinggi sudah marak terjadi. Kali ini ada kejadian unik, di mana dua bocah berusia 14 tahun berhasil masuk ke sistem ATM dengan menggunakan petunjuk manual.

Untuk masuk ke sistem tersebut, kedua bocah itu terlebih dulu men-download sebuah petunjuk manual mesin ATM. Tak disangka, mereka berhasil membajak sebuah ATM milik Bank Montreal. Demikian seperti dikutip dari Ubergizmo, Rabu (11/6/2014).

Dilaporkan Winnipeg Sun, dengan memanfaatkan petunjuk manual tersebut, mereka mengakses ATM sebagai operator. Mulanya memang hanya iseng-iseng saja, tapi ternyata apa yang dilakukannya berhasil.

Ketika diminta memasukkan sandi (password) sebagai tanda operator, mereka mencoba menggunakan password default dari ATM tersebut. Dan secara mengejutkan, password yang mereka masukkan ternyata benar. 

Akhirnya, mereka melaporkan kejadian ini kepada pihak bank. Akan tetapi, perwakilan dari bank tidak percaya. Setelah menunjukan bukti dengan mengganti nominal ATM tersebut menjadi 1 sen, barulah pihak bank mempercayainya.

Melalui pernyataan resmi, Direktur Relasi Media Bank Montreal, Ralp Marranca menyatakan bahwa konsumen dan pemilik rekening di ATM tersebut dalam keadaan aman.

Atas keberanian dan kejujurannya, kedua bocah tersebut akhirnya diberi beasiswa oleh Bank Montreal.

2 dari 3 halaman

Kasus Skimming

Aksi pembobolan ATM seperti ini sebenarnya sudah sejak lama terjadi. Di Indonesia, baru-baru ini para nasabah Bank Mandiri menjadi korban kejahatan skimming. Metode pembobolan kartu ATM seperti ini dikenal dengan istilah skimming.

Teknik pembobolan kartu ATM nasabah melalui teknik skimming pertama kali teridentifikasi pada 2009 di ATM Citibank, Woodland Hills, California. Saat itu diketahui jika teknik skimming dilakukan dengan cara mengggunakan alat yang ditempelkan pada slot mesin ATM dengan alat yang dikenal dengan nama skimmer. Modus operasinya adalah mengkloning data dari magnetic stripe yang terdapat pada kartu ATM.

Secara teknis, cara kerjanya mirip CD writer pada komputer yang mampu membaca CD berisi data, kemudian menyalinnya ke CD lain yang masih kosong. Dan isinya dapat dipastikan akan sama persis dengan CD aslinya.

Skimmer bukan satu-satunya alat yang digunakan oleh para pelaku skimming. Para pelaku biasanya juga memanfaatkan kamera pengintai (spy cam) untuk mengetahui gerakan jari nasabah saat memasukkan PIN kartu ATM. Namun kamera pengintai sudah jarang digunakan seiring dengan semakin canggihnya alat skimmer yang digunakan para pelaku.

3 dari 3 halaman

Cara Kerja Skimming

Berikut sistematis cara kerja pelaku skimming:

1. Pelaku mencari target mesin ATM yang ingin dipasangi skimmer. Kriteria yang dicari adalah mesin ATM yang tidak ada penjagaan keamanan, sepi dan tidak ada pengawasan kamera CCTV.

2. Pelaku memulai aksi pencurian data nasabah dengan memasang alat skimmer pada mulut mesin ATM.

3. Melalui alat skimmer para pelaku menduplikasi data magnetic stripe pada kartu ATM lalu mengkloningnya ke dalam kartu ATM kosong. Proses ini bisa dilakukan dengan cara manual, di mana pelaku kembali ke ATM dan mengambil chip data yang sudah disiapkan sebelumnya. Atau bila pelaku sudah menggunakan alat skimmer yang lebih canggih, data-data yang telah dikumpulkan dapat diakses dari mana pun. Umumnya data dikirimkan via SMS.

Lanjutkan Membaca ↓