Sony Bangun Pabrik PlayStation di China

Oleh Dewi Widya Ningrum pada 27 Mei 2014, 12:12 WIB
Sony Bangun Pabrik PlayStasion di China

Liputan6.com, China - Setelah Microsoft, Sony menyusul ikutan terjun memasarkan konsol video game PlayStation miliknya di China. Sony Jepang telah menandatangani kerjasama untuk memproduksi dan menjual konsol PlayStation di negeri Tirai Bambu itu.

Kerjasama dalam bentuk usaha patungan (joint venture) itu dilakukan dengan menggandeng Shanghai Oriental Pearl. Kerjasama ini akan membuka peluang bagi Sony untuk menjangkau sekitar 500 juta gamer di China.

Selama ini, China melarang konsol game masuk ke negaranya sejak tahun 2000 karena dikhawatirkan menimbulkan efek negatif bagi kesehatan mental anak-anak muda di sana. Namun pada bulan Januari 2014 lalu, pemerintah akhirnya membuka diri bagi perusahaan asing yang ingin memproduksi dan menjual konsol.

Pasar game di China, yang saat ini didominasi oleh PC, perangkat mobile dan game online, dipandang sebagai area pertumbuhan yang sangat 'seksi' bagi para pembuat konsol. 

Dalam sebuah pernyataan kepada Bursa Efek Shanghai, salah seorang eksekutif Shanghai Oriental Pearl mengatakan, "Usaha patungan ini akan didasarkan pada kebijakan negara yang relevan dan akan memperkenalkan kualitas dan video game yang sehat yang akan mematuhi kondisi nasional China serta selera gamer China".

"Sony juga akan bekerja sama dengan tim pengembangan game dalam negeri untuk mempromosikan produk-produk asli pada platform Playstation, sambil terus meningkatkan industri game di China," katanya lagi.

PlayStation vs Xbox
Microsoft sudah lebih dulu mencuri start memasuki pasar gaming China dengan menjual konsol game terbarunya, Xbox One. Konsol game itu dibawa Microsoft ke pasar China melalui kerjasama dengan BesTV New Media Co, anak perusahaan dari Shanghai Media Group.

China memiliki peminat game yang terbilang tinggi. Penelitian dari PriceWaterhouseCoopers, sebagaimana yang dilansir laman BBC, memperkirakan bahwa industri penjualan video game di China akan menghasilkan sekitar US$ 10 miliar tahun depan.

Para pemain game di China selama ini memainkan game di PC dan ponsel karena tidak ada konsol video game populer yang masuk ke negara itu.

Tag Terkait