Informasi Pribadi
LahirAceh Timur, Aceh
Tanggal23 September 1953
KebangsaanIndonesia
IstriRatna Megawangi
ProfesiAkademisi, Komisaris
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional ke-12 Republik Indonesia
Masa Jabatan12 Agustus 2015 - 27 Juli 2016
MenggantikanAndrinof Chaniago
DigantikanBambang Brodjonegoro
Menko Bidang Perekonomian ke-15 Republik Indonesia
Masa Jabatan27 Oktober 2014 - 12 Agustus 2015
MenggantikanChairul Tajung
DigantikanDarmin Nasution
Menteri Negara BUMN ke-5 Republik Indonesia
Masa Jabatan9 Mei 2007 - 20 Oktober 2009
MenggantikanSoegiharto
DigantikanMustafa Abubakar

Sofyan Djalil adalah tokoh yang pernah berulang kali duduk dalam kabinet pemerintahan sejak era Susilo Bambang Yudhoyono. Ia pernah menjabat sebagai Menteri BUMN, Menteri Kominfo, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dan Kepala Bappenas. Pada 27 Juli, jabatannya sebagai Kepala Bappenas digantikan oleh Bambang Brodjonegoro

Serukan Pembuatan Kebijakan Berdasarkan Riset

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Sofyan Djalil menilai pemanfaatan data atau riset untuk pembuatan kebijakan masih minim. Karena itu, tradisi tersebut mesti segera diubah.

"Waktu saya di kantor sebelumnya, saya melihat banyak kebijakan yang dibikin bukan karena berdasarkan data atau riset. Tapi tradisi seperti ini (berdasarkan riset dan data) memang sangat dibutuhkan," kata dia dalam acara Bappenas

Idolakan Menteri Susi

Pendidikan merupakan modal bagi setiap orang untuk maju dan berkembang. Namun memang, pendidikan tersebut tak selalu harus ditempuh dengan sekolah formal. Ada beberapa orang yang mampu sukses tanpa menempuh pendidikan formal.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas, Sofyan Djalil saat Workshop Indonesia menuju Pembangunan Berkelanjutan, mengakui mengidolakan satu orang menteri di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) karena alasan pendidikan.

"Menteri favorit saya adalah Ibu Susi Pudjiastuti (Menteri Kelautan dan Perikanan). Dia cuma pendidikan SMA tapi bisa kreatif sekali. Saya bilang ke beliau, kalau Ibu berpendidikan tinggi, barangkali Ibu tidak sekreatif ini," jelasnya