Informasi Profil
NamaRodrigo Roa Duterte
Tempat LahirMaasin, Leyte, Filipina
Tanggal Lahir28 Maret 1945
IstriElizabeth Zimmerman (1973-2000)
PasanganCielito Avencena
AnakPaolo, Sara, Sebastian, Veronica
Partai PolitikPDP-Laban
Jabatan
Presiden Filipina2013-sekarang
Wali Kota Davao1988-1998 dan 2001-2010
Dewan Perwakilan Filipina dari Kota Davao1998-2001

Rodrigo Roa Duterte (28 Maret 1945) ialah Presiden Filipina ke-16. Selain seorang presiden, Duterte juga dikenal sebagai wali kota yang menjabat cukup lama, yaitu selama dua periode antara 1988-1998 dan 1998-2001.

Pria kelahiran Maasin, Leyte ini juga seorang politikus dan pengacara. Namanya semakin menarik perhatian publik internasional terkait keamanan di Filipina akibat aktivitas organisasi Abu Sayyaf.

Inkonsistensi Soal Hubungan Militer dengan AS


Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikenal sebagai sosok yang begitu keras. Bahkan, ia tak ragu menghina pemimpin dunia lain dengan kata-kata kasar.

Salah satu pemimpin yang kerap jadi sasarannya adalah Presiden Amerika Serikat Barack Obama.

Meski sering mengeluarkan cercaan kepada Obama, bukan berarti Duterte akan memutus hubungan AS dengan negaranya. Ia terus menganggap Negeri Paman Sam adalah sekutu militer bagi mereka.

"Kami terus memelihara sekutu militer kami karena, mereka berkata, hal in dibutuhkan bagi pertahanan kami," ujar Duterte, seperti dikutip dari CNN Kamis (13/10/2016)

Meski Dihujani Kritik, Popularitasnya Masih Tinggi

Presiden Filipina Rodrigo Duterte dikenal sebagai sosok kontroversial. Sejumlah kebijakannya menuai kecaman karena dianggap berlawanan dengan nilai-nilai kemanusiaan.

Namun yang mengejutkan, meski kerap dikritik, popularita Duterte di mata rakyatnya sama sekali tidak merosot. Kepercayaan terhadapnya masih sangat besar.

Sebuah lembaga survei besar di Filipina, Pulse Asia, merilis data survei terakhir terkait popularitas Duterte setelah dia tiga bulan memerintah.

"Jajak pendapat yang kita lakukan mulai dari 25 September hingga 1 Oktober. Sebanyak 86 persen responden setuju dengan kebijakan Duterte, 11 persen belum menentukan dan hanya 3 persen yang menentang," sebut pernyataan Pulse Asia, seperti dikutip dari Inquirer, Rabu (12/10/2016).