Informasi Kota
NegaraTurki
WilayahMarmara
ProvinsiIstanbul
Berdiri dengan nama Istanbul1930
WalikotaKadir Topbas
Populasi14.025.646 (kota), 14.100.000 (metro)
Situshowtoistanbul.com

Istanbul merupakan salah satu kota terbesar di Eropa. Dengan jumlah penduduk mencapai 14 juta orang, Istanbul juga menjadi kota yang paling pada penduduknya di dunia. Dalam sejarah, kota ini juga dikenal dengan nama Konstatinopel dan Bizantium.

Menurut sejarah, Istanbul didirikan tahun 660 SM dengan nama Bizantium. Setelah berkembang karena menjadi salah satu kota terpenting dalam sejarah, namanya kembali berubah menjadi Konstatinopel pada tahun 330 M. Tempat ini juga pernah menjadi kubu pertahanan dari kedudukan kekhalifaan Utsmaniyah.

Istanbul terletak di Jalur Sutera, jalur laut yang dilewati oleh pedagang-pedagang dari seluruh dunia untuk berdagang. Selain dianggap sebagai perwakilan dari kemajuan peradaban Islam, Istanbul dinilai memiliki kekuatan arsitektur dan seni yang sangat khas.

Negeri 1000 Masjid

Keindahan masjid Turki dan sejarahnya membuat negeri dua benua ini menjadi destinasi utama wisatawan yang tengah umroh. Nah, tim Destinasi SCTV kali ini akan mengajak Anda menuju salah satu destinasi impian di seluruh dunia. Di mana lagi kalau bukan Istanbul, Turki.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Sabtu (24/9/2016), perjalanan menuju Istanbul ditempuh dalam waktu 12 jam tanpa transit. Perbedaan waktu antara Jakarta dan Istanbul adalah empat jam lebih awal. Beruntung, saat ini situasi Bandara Ataturk di Istanbul lebih aman dan wisatawan pun terlihat ramai.

Tiba di Istanbul, tak sabar rasanya ingin segera memulai perjalanan yang merupakan masterpiece-nya peradaban Islam. Tujuan pertama tim Destinasi adalah Topkapi Palace yang konon merupakan pusat pemerintahan Turki.

Alasan Mengerikan di Balik Penyerangan Bandara Istanbul


Pemerintah Turki menyatakan bahwa ketiga pria yang melakukan serangan di bandara Istanbul berasal dari Rusia, Kirgizstan, dan Uzbekistan

Saeed Mazhaev, mantan militan ISIS yang berasal dari wilayah Chechnya, Rusia, masih berusia belasan tahun saat perang Suriah pecah pada 2011. Ia belum pernah melihat ruang bagian dalam sebuah bandara, apalagi bagian dalam sebuah kamp pelatihan teroris saat ia memutuskan untuk menjadi petarung sukarelawan dalam perang tersebut.

Dari jaringan internet, ia menemukan komunitas luas dari muslim berbahasa Rusia yang berbagi video viral dari medan tempur di Suriah, termasuk video keji pemenggalan, peledakan, teroris mengacung-acungkan Kalashnikov, dan ajakan untuk bergabung dengan mereka. "Setelah menonton banyak video semacam itu, saya semakin mantap," kata Saeed. "Saya harus pergi, harus membantu."