Sukses

Harry Maguire adalah pemain sepak bola profesional asal Inggris yang tergabung dalam klub Manchester United

Informasi Pribadi

  • ProfesiAtlet Sepak Bola
  • Nama LengkapJacob Harry Maguire
  • Tempat LahirSheffield, Inggris
  • Tanggal Lahir5 Maret 1993
  • KebangsaanInggris
  • KlubManchester United
  • PosisiBek tengah
  • Nomor Punggung5
  • Tinggi/ Berat Badan194/100
  • PasanganFern Hawkins

Karier Junior

  • Barnsley U-18(2008-2009)
  • Sheffield United U-18(2009-2011)

    Karier senior

    • Sheffield United166 main, 12 gol (2011-2014)
    • Hull City75 main, 3 gol (2014-2017)
    • Wigan Athletic - pinjaman16 main, 1 gol (2015)
    • Leicester City76 main, 5 gol (2017-2019)
    • Manchester United132 main, 6 gol (2019-Sekarang)

    Karier Tim Nasional

    • Inggris U-211 main, o gol (2012)
    • Inggris41 main, 7 gol (2017-Sekarang)

      Profil Harry Maguire

      Jacob Harry Maguire merupakan pesepakbola profesional asal Inggris yang saat ini membela Manchester United (MU). Karier Maguire di dunia sepak bola bisa dibilang penuh perjuangan. Sebab, ia merintis karier benar-benar dari bawah guna menggunakan kostum Setan Merah dewasa ini.

      Pemain bertubuh tinggi besar ini lahir di Sheffield, Inggris, pada 5 Maret 1993. Bakatnya dalam mengolah si kulit bundar diturunkan langsung oleh Sang Ayah, Alan Maguire, yang juga pernah berprofesi sebagai pemain sepak bola. Sang Ayah tercatat pernah merumput bersama Brunsmeer Athletic, sebuah klub lokal yang ada di Kota Sheffield.

      Maguire sendiri mulai aktif bermain sepak bola sejak menduduki bangku sekolah dasar. Ia mulai mengasah kemampuan bermainnya ketika bersekolah di Sekolah Dasar Katolik Immaculate Conception. Ia bahkan sempat mengikuti beberapa turnamen antar sekolah dan meraih medali juara.

      Tekad Maguire untuk meningkatkan kemampuan olah bolanya bisa dibilang cukup besar. Mengingat, kedua adiknya juga aktif bermain sepak bola berkat melihat keseharian Maguire. Sehingga, Maguire merasa memiliki tanggung jawab untuk menjadi teladan yang baik untuk Sang Adik.

      Sempat Menjadi Gelandang

      Dalam masa pertumbuhannya, Maguire memang sudah dikenal sebagai anak yang memiliki perawakan besar dan kokoh. Namun, saat itu, pertumbuhan tinggi yang dialami Maguire tidak terlalu pesat. Sehingga, ia memilih bermain di posisi gelandang.

      Tercatat, ia mendalami peran di posisi tersebut ketika masuk ke Akademi Brunsmeer Athletic dan Akademi Bursnley. Maguire sendiri mendalami peran sebagai gelandang karena ia sangat suka untuk mengalirkan bola dari belakang ke depan atau setidaknya mengatur ritme permainan.

      Namun, ketika usianya menginjak 16 tahun, Maguire mendapat saran dari jajaran pelatih untuk mengubah posisi bermainnya. Apalagi, pada umur tersebut, Maguire telah berpindah ke Sheffield United untuk membela kelompok umur.

      Jajaran pelatih Sheffield U-18 pun mengubah posisi Maguire sebagai bek tengah. Dengan pertimbangan tinggi Maguire yang mencapai 6 kaki atau sekitar 180 cm saat itu membuatnya sangat ideal untuk mengisi posisi bek tengah.

      Untungnya, Maguire menerima saran yang diberikan tim pelatih. Walau membutuhkan waktu untuk beradaptasi, tetapi ia mampu bertransformarsi sebagai bek tengah kokoh. Apalagi, Maguire diketahui juga mengidolai sosok John Terry dan Rio Ferdinand.

      Memulai Karier Profesional

      Pada 2011, Maguire dipromosikan ke tim utama Sheffield. Ia pun langsung melakukan debut perdananya bersama tim utama pada bulan April 2011 ketika Sheffield menjamu Cardiff City di EFL.

      Waktu itu, Maguire masuk sebagai pemain pengganti pada babak kedua. Walau berhasil mencegah banyak gol masuk ke dalam gawangnya, tetapi Maguire gagal membawa kemenangan bagi Sheffield usai kalah 0-2 dari Cardiff Ciy.

      Di musim itu, penampilan Sheffield memang tak terlalu apik, The Blades juga harus puas menghuni posisi juru kunci dan akhirnya terdegradasi pada akhir musim 2010/11. Meski tahu Sheffield baru saja terdegradasi, tetapi Maguire tetap setia membela Sheffield di musim berikutnya dan menjadi bek kokoh andalan baru di barisan pertahanan Sheffield.

      Bermain di kasta ketiga Liga Inggris atau League One, Maguire tak ambil pusing. Ia hanya memikirkan bagaimana caranya ia bisa selalu bermain reguler demi mengembangkan kemampuan olah bolanya. Benar saja, di musim 2011/12, Maguire langsung tampil sebagai pemain utama.

      Faktor tingginya yang menjulang serta kokohnya Maguire menjadikannya pilihan utama pelatih Sheffield waktu itu. Maguire juga berhasil mengemban 44 pertandingan dengan raihan 1 gol dan 4 assist.

      Penampilan ciamiknya selama satu musim ini memberikannya sebuah kepercayaan. Baik kepercayaan dengan diri sendiri maupun dengan sang pelatih. Sebab, selama tiga musim membela Sheffield di League One, Maguire selalu menjadi pilihan yang tak tergantikan dan membuatnya dilirik salah satu kontestan Liga Inggris.

      Merumput di Liga Inggris

      Salah satu kontestan Liga Inggris yang ingin menggunakan jasa Maguire adalah Hull City. Klub berjuluk Tigers ini melihat potensi Maguire yang dapat menjadi benteng pertahan kokoh di barisan pertahanan.

      Tak perlu pikir panjang, Maguire pun menyetujui kepindahannya ke Hull City. Ia ditebus dengan mahar 2,5 miliar poundsterling dan menandatangani tiga tahun kontrak pada 29 Juli 2014.

      Maguire datang ke kasta tertinggi sepak bola Inggris dengan sederet harapan. Pemain bertinggi 194 cm itu hanya ingin mengembangkan kariernya dan bisa memberikan banyak kontribusi bersama Hull City. Ia pun langsung melakukan debutnya pada 21 Agustus 2014, tetapi bukan di Liga Inggris, melainkan di ajang Liga Europa.

      Ia dimainkan sejak menit awal ketika Hull City bertamu ke kandang klub Belgia Lokeren. Namun, di debut perdananya tersebut, Maguire belum bisa memberikan Hull City kemenangan. Sebab, Hull City harus takluk 0-1 di Belgia.

      Sementara, debutnya di Liga Inggris baru datang pada akhir tahun 2014. Ia dimainkan sebagai pemain pengganti pada menit ke-77 dengan menggantikan posisi Curtis Davies. Tapi, lagi-lagi Maguire gagal mempersembahkan kemenagan bagi Hull City, sebab The Tigers harus takluk dari Swansea City.

      Hingga pertengahan musim 2014/15, Maguire memang kurang mendapat menit bermain bersama Hull City. Alhasil, agar kemampuan Maguire tetap terjaga, Hull City memutuskan untuk meminjamkannya ke Wiga Athletic selama setengah musim.

      Wigan yang bermain di kasta kedua Liga Inggris atau EFL menyambut hangan kedatangan Maguire. Walau hanya membela Wigan selama setengah musim, tetapi Maguire kerap mendapat slot sebagai pemain utama dan memiliki menit bermain yang jauh lebih banyak. Tercatat, ia menorehkan 18 penampilan dan 1 gol bersama Wigan.

      Jatuh Bangun Bersama Hull City

      Usai dipinjamkan dari Wigan, Maguire akhirnya mendapat menit bermain yang lebih banyak pada musim 2015/16 bersama Hull City. Meski pada musim itu, Hull City harus bermain di EFL pasca terdegradasi dari Liga Inggris.

      Maguire saat itu mendapat misi untuk menjadi benteng kokoh bagi The Tigers agar bisa kembali ke kasta pertama kompetisi sepak bola Inggris. Maguire yang mulai mendapat kepercayaan memang menjalankan tugasnya dengan baik.

      Alhasil, Hull City mampu kembali bertarung di kasta tertinggi kompetisi Liga Inggris usai menang laga play-off kontra Sheffield Wednesday. Walau Maguire tak ambil bagian di laga penting ini, tetapi setidaknya ia berhasil mencatatkan 22 pertandingan dan 1 assist di EFL 2015/16.

      Peningkatan Karier

      Kembalinya Hull City ke Liga Inggris membawa angin segar bagi Maguire. Musim itu, Maguire kembali menjadi pilihan dan mendapat lebih banyak menit bermain. Ia juga dapat tampil apik di jantung pertahanan Hull City.

      Walau, pada perjalanannya Hull City sangat sulit untuk menghadapi kontestan di Liga Inggris, tetapi penampilan Maguire mencuri perhatian salah satu kontestan Liga Inggris, yakni Leicester City.

      Penampilan Maguire yang solid bersama Hull City di musim 2016/17 menjadi alasan ketertarikan Leicester City. Apalagi, Maguire sempat dianugerahi penghargaan Player of The Year dari para fans dan skuad Hull City pada akhir musim. Sehingga, membuat ketertarikan The Foxes menggaet Maguire semakin intens.

      Hull City yang lagi-lagi harus terdegradasi ke EFL tampaknya tak punya banyak pilihan jika ada klub lain yang ingin menggaet pemainnya, termasuk Maguire. Akhirnya kesepakatan harga di angka 12 miliar poundsterling menjadi pembuka jalan Maguire untuk tetap berada di Liga Inggris.

      Leicester City berminat menggunakan jasa Maguire karena tengah membangun skuad kembali usai meringkus gelar pertamanya di Liga Inggris. Seperti diketahui, Leicester City berhasil menjuarai Liga Inggris pada musim 2015/16. Sehingga, kedatangan Maguire diharapkan mampu memperkokoh pertahanan The Foxes.

      Selama dua musim membela Leicester City, penampilan Maguire bisa dibilang meningkat tajam. Instingnya dalam bertahan dan menghalau bola menyetarakan kemampuannya dengan bek beken yang pernah merumput di Liga Inggris. Bahkan, berkat penampilan apiknya bersama The Foxes, Maguire langung menerima panggilan untuk memperkuat Timnas Inggris.

      Tak hanya itu, penampilan apik Maguire membuat klub raksasa Liga Inggris, Manchester United tertarik menggunakan jasanya. Maklum, MU tengah membutuhkan sosok anyar untuk menjadi jangkar kuat di sisi pertahanan Setan Merah.

      Bek Termahal di Dunia

      Ketertarikan MU kepada Maguire tampaknya cukup serius. Pada 2019, manajemen Setan Merah terus berusaha membujuk Maguire agar hengkang ke Old Trafford. Meski, disaat yang sama, Manchester City memiliki ketertarikan serupa kepada Maguire.

      Dengan mahar yang lebih tinggi serta alasan pribadi Maguire, bek tangguh ini memutuskan untuk bergabung dengan MU pada akhir 2019. Perpindahan Maguire pun menjadi perbincangan seluruh fans sepak bola di dunia. Bagaimana tidak, Maguire pindah ke MU dengan memecahkan rekor transfer sebagai bek termahal di dunia.

      Seperti diketahui, MU harus memberi mahar Leicester City sebesar 80 juta poundsterling atau sekitar Rp 1,4 triliun. Transfer Maguire mengalahkan rekor transfer yang dimiliki Virgil van Dijk yang memiliki mahar sebesar 75 juta poundsterling atau sekitar 1,3 triliun.

      Bersama Setan Merah, Maguire terikat kontrak selama lima musim dengan tekad membawa MU kembali ke jalur juara. Maguire pun langsung didaulat menjadi pemain utama dan tak butuh waktu lama untuk mendapatkan ban kapten.

      "Saya sangat bangga berada di sini, di klub sebesar ini, dan saya benar-benar menantikan untuk memulai. Saya berharap ini akan menjadi musim yang sukses, dan saya akan memberikan semua yang saya punya untuk klub ini," kata Maguire di situs resmi MU.

      "Saat yang sangat membanggakan bagi saya bisa bergabung dengan klub besar, yang saya benar-benar nantikan dan saya tidak sabar untuk memulainya," imbuhnya.

      "Pertandingan pertama saya musim lalu adalah di Old Trafford, dan ini adalah pertandingan yang selalu saya nantikan ketika bermain di Premier League. Old Trafford dulu jadi tandang, sekarang jadi markas saya.”