Farhat Abbas (lahir di  Tembilahan, Riau, pada tanggal 22 Juni 1976) adalah seorang pengacara kontroversial yang mencoba banting stir ke dunia politik. Pada 2013, Farhat mencalonkan diri sebagai calon bupati dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah Kolaka, Sulawesi Tenggara, namun tidak menang.

Selain itu, Farhat juga pernah mengampanyekan dirinya menjadi calon presiden dengan slogan "AkuIndonesia". Namun, tidak ada partai yang meminangnya. Farhat juga tercatat sebagai calon anggota legislatif dalam Pemilu 2014 mewakili daerah pemilihan DKI Jakarta III, namun tidak terpilih.

Kontroversi Farhat Abbas

Mantan suami Nia Daniaty ini kerap terlibat sejumlah kasus kontroversial. Karena awalnya sering menangani kasus-kasus selebriti, Farhat Abbas kini juga dianggap dan berperilaku bak selebriti. 

Dalam menangani kasus, Farhat dikenal masyarakat karena ucapannya dalam mengomentari kasus yang sedang tren, tingkah laku selebriti, pejabat dan politikus secara blak-blakan. Banyak yang menilai Farhat melakukan hal itu sekadar mencari sensasi untuk menarik perhatian masyarakat namun Farhat membantah semua tuduhan itu. Menurut Farhat, dirinya tidak perlu mencari sensasi untuk sekadar menaikkan popularitasnya. Farhat mengaku masyarakat sudah mengenal dirinya sebelum dia membuat pernyataan kontroversial itu.

Farhat sempat terlibat sejumlah kasus karena omongannya. Pada 9 Januari 2013, ia pernah berkasus dengan Basuki Tjahaja Purnama karena mengeluarkan komentar rasis. kibat hal ini, Farhat dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Ketua Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Anton Medan dan pimpinan Komunitas Intelektual Muda Betawi, Ramdan Alamsyah.

Selain kasusnya dengan Wakil Gubernur Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, pada bulan November 2013, Farhat juga bermasalah dengan anak-anak Ahmad Dhani, Al dan El, karena kicauan Farhat di Twitter yang dianggap sebagai penghinaan pada Ahmad Dhani, ayah mereka.

Farhat juga pernah terlibat sejumlah perseteruan, antara lain dengan sejumlah artis seperti Soimah, Ahmad Dhani, dan Arya Wiguna.