Akses Jalan Desa di Kawasan Lereng Gunung Bromo Terputus Diterjang Longsor

Oleh Hermawan Arifianto pada 06 Okt 2022, 23:59 WIB
Diperbarui 06 Okt 2022, 23:59 WIB
Ilustrasi Tanah longsor (Istimewa)
Perbesar
Ilustrasi Tanah longsor (Istimewa)

Liputan6.com, Probolinggo - Akses jalan penghubung antar desa di lereng Gunung Bromo, Desa Sapi Kecamatan Lumbang, Probolinggo, terputus akibat longsor.

Longsoran tanah membuat akses jalan desa setempat sepanjang 25 meter tidak bisa dilewati. Kondisi ini membuat warga bersama Aparat kepolisian dan TNI membuat jalan darurat dari tumpukan batu di depan rumah warga.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Probolinggo Sugeng Suprisayoga mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 16.00 Wib, Selasa 4 Oktober. Sebelum longsor hujan lebat mengguyur wilayah Kawasan lereng Gunung Bromo.

“Setelah diguyur hujan cukup lama itu, longsoran tanah terjadi hingga menyebabkan jalan desa terputus,”ujar Sugeng, Kamis (6/10/2022).

Kata Sugeng, kondisi jalan tersebut memang rawan terjadi longsor lantaran posisinya berada di tepi tebing.

"Tindakan sementara, kami telah mengirimkan tujuh terpal ke lokasi. Tujuanya agar jalan yang longsor ditutupi terlebih dahulu guna mencegah terjadinya tanah longsor susulan," paparnya.

Sugeng menambahkan di hari yang sama tanah longsor juga terjadi di Desa Wonokerso Kecamatan Sumber. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Longsor membuat tembok belakang rumah salah seorang warga yang diketahui Bernama Suhariyono roboh dan merusak perabotan rumah tangganya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Imbau Warga Waspada

"Dari dua peristiwa itu, tidak ada laporan korban luka maupun jiwa. Hanya kerugian material sekitar Rp20 juta atas kerusakan bangunan dan isinya yang dialami pak Suhariyono,” kata Sugeng.

Sugeng mengimbau masyarakat di area perbukitan atau lereng pegunungan agar meningkatkan kewaspadaan mengingat intesitas hujan sudah mulai meningkat dalam beberapa hari ini.

“Tetap waspada, karena intensitas hujan mulai meningkat," pungkasnya.

 

Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya
Perbesar
Infografis Pakai Masker Boleh Gaya, Biar Covid-19 Mati Gaya (Liputan6.com/Triyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya