Jokowi: Bukti Tragedi Kanjuruhan Terlihat Jelas, TGIPF Harus Kerja Cepat

Oleh Zainul Arifin pada 05 Okt 2022, 19:48 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 19:55 WIB
Jokowi saat menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di Malang. (Zainul Arifin/Liputan6.com)
Perbesar
Jokowi saat menjenguk korban tragedi Kanjuruhan di Malang. (Zainul Arifin/Liputan6.com)

Liputan6.com, Malang - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGPF) tragedi Stadion Kanjuruhan Malang bekerja cepat. Ia menilai perkara ini terang benderang sehingga tak ada alasan hasilnya baru diketahui 1 bulan lagi.

Jokowi saat menengok korban tragedi Stadion Kanjuruhan Malang, mengatakan, TGIPF independen dibentuk dengan tujuan pengusutan tragedi Stadion Kanjuruhan Malang berjalan maksimal. Tanpa ada sesuatu pun yang ditutup - tutupi.

"Kita ingin diusut tuntas, tak ada yang ditutup tutupi. Yang salah juga diberi sanksi kalau masuk pidana juga sama dipidanakan," kata Jokowi.

Ia menyerahkan seluruh penyelidikan sepenuhnya di tangan TGIPF. Termasuk soal gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan ke tribun penonton dan lainnya bakal dilihat oleh TGIPF. Tim yang dibentuk pemerintah lewat Menko Polhukam itu diperintah bekerja dengan cepat.

"Disampaikan Menkopolhukam 1 bulan, tapi saya minta secepatnya. Ini barangnya kelihatan semua kok. Secepat-cepatnya," ujar Jokowi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


131 Meninggal

Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi dan tentara berdiri di tengah asap gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Polri membuka data baru terkait total korban meninggal dunia tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Kini jumlahnya pun bertambah dari 125 orang ke 131 jiwa.

"Ya, setelah semalam dilakukan coklit bersama Kadinkes, Tim DVI dan direktur RS, penambahan data yang meninggal di non faskes. Karena tim mendatanya korban yang dibawa ke RS," tutur Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Rabu (5/10/2022).

Adapun rincian jumlah korban meninggal tragedi Kanjuruhan terdata sebanyak 44 orang di tiga rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Kanjuruhan sebanyak 21 orang, RS Bhayangkara Hasta Brata Batu sebanyak 2 orang dan RSU dr Saiful Anwar Malang sebanyak 20 orang.

Kemudian sebanyak 75 korban meninggal dunia terdata di tujuh rumah sakit swasta, yakni RSUD Gondanglegi sebanyak 4 orang, RS Wafa Husada sebanyak 53 orang, RS Teja Husada sebanyak 13 orang, RS Hasta Husada sebanyak 3 orang, RS Ben Mari sebanyak 1 orang, RST Soepraoen 1 orang, dan RS Salsabila 1 orang. Lalu sebanyak 12 orang korban meninggal dunia di luar fasilitas kesehatan.

Infografis Daftar 131 Nama Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Daftar 131 Nama Korban Meninggal Tragedi Kanjuruhan Malang. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya