Tragedi Kanjuruhan, PMII Desak Kapolri Copot Kapolda Jatim

Oleh Dian Kurniawan pada 05 Okt 2022, 07:08 WIB
Diperbarui 05 Okt 2022, 07:08 WIB
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta saat menjenguk anak yang orangtuanya menjadi korban Kanjuruhan. (Dian Kurniawan/Liputan6.com).
Perbesar
Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta saat menjenguk anak yang orangtuanya menjadi korban Kanjuruhan. (Dian Kurniawan/Liputan6.com).

Liputan6.com, Surabaya - Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolda Jawa Timur Nico Afinta karena dinilai sebagai orang yang harus bertanggungjawab atas tragedi Kanjuruhan Malang.

"Rasanya tidak adil bila hanya Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan sejumlah perwira Brimob Jatim yang dicopot, Kapolda Jatim harusnya ikut bertanggungjawab atas tragedi memilukan ini," kata Wasekjen Kaderisasi PB PMII, Ragil Setyo Cahyono, Selasa (4/10/2022).

Ragil beranggapan, pengamanan terhadap jalannya laga Arema versus Persebaya jelas bukan hanya tanggungjawab Kapolres Malang. Kapolda Jatim, kata dia, juga memiliki kewenangan dan kendali penuh terhadap pasukan.

Apalagi, Ragil menilai, pernyataan Kapolda Jatim sama sekali tidak meredakan suasana. Pada kondisi tersebut, Ragil menyarankan, Kapolda Jatim harusnya memberikan pernyataan yang menyejukkan, bukan memancing pro-kontra.

"Kapolda Jatim menyatakan penggunaan gas air mata sesuai prosedur dan seolah menyalahkan sikap suporter yang melanggar aturan. Harusnya Kapolda Jatim bisa lebih bijaksana dalam menyampaikan pernyataan di tengah kondusi duka seperti ini," jelasnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Kapolres Dicopot

Diketahui, Mabes Polri mencopot setidaknya total sepuluh anggota buntut tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memutuskan untuk menonaktifkan Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2098/X/KEP./2022 tertanggal 3 Oktober 2022.

Sejauh ini pemerintah dan kepolisian mencatat tragedi itu telah menyebabkan 125 orang meninggal dunia, yang merupakan suporter Arema FC atau Aremania.

Update terakhir per Senin 3 Oktober kemarin, pemerintah mencatat total ada 455 korban dalam tragedi tersebut, termasuk korban meninggal dunia.

Infografis Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Tragedi Arema di Stadion Kanjuruhan Malang. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya