Tragedi Kanjuruhan, Koordinator Bonek: Tidak Ada Sepak Bola Seharga Nyawa

Oleh Dian Kurniawan pada 02 Okt 2022, 11:26 WIB
Diperbarui 02 Okt 2022, 11:29 WIB
Potret Tragedi Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang yang Tewaskan 127 Orang
Perbesar
Polisi dan tentara berdiri di tengah asap gas air mata saat kerusuhan pada pertandingan sepak bola antara Arema Vs Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, 1 Oktober 2022. Ratusan orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi kerusuhan tersebut. (AP Photo/Yudha Prabowo)

Liputan6.com, Surabaya - Koordinator Bonek Green Nord Husein Ghozali angkat bicara terkait tragedi kerusuhan yang  merenggut 129 nyawa di Stadion Kanjuruhan Malang.

Menurutnya, tidak ada sepak bola yang seharga nyawa. Artinya, nyawa dan kemanusiaan lebih besar daripada sekadar sepak bola.

"Artinya kemenangan (Persebaya) ini kalau korbannya kita sebangsa setanah air, ya percuma," ujar pria yang akrab disapa Cak Conk ini, Minggu (2/10/2022).

Cak Conk juga mengajak Aremania untuk berivalitas secara sehat. "Ayo rivalitas sehat," ajak dia.

Cak Conk mengaku, pihaknnya sangat menyesali tragedi 1 Oktober 2022 di Kanjuruhan Malang ini.

"Semoga ini yang terakhir. Jadikan ini bahan evaluasi untuk semuanya, panpel, operator liga, federasi, pihak keamanan, SOP dalam pengamanan di stadion, semuanya suporter juga," katanya.

Evaluasi ini, lanjut Cak Conk, dapat dilakukan ketika adanya penundaan satu pekan. Dia mendapat informasi bahwa liga ditunda sementara waktu.

"Jadikan ini evaluasi, ini yang terakhir, semoga ke depan tidak ada kejadian yang sangat tragis ini. Ini korban manusia bukan main-main, miris sekali," ungkap dia.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Harus Ada yang Bertanggungjawab

Cak Conk menegaskan, Bonek mendesak agar ada yang bertanggung jawab dalam tragedi Kanjuruhan ini.

"Harus ada yang bertanggung jawab semuanya, baik dari ke panpelannya, suporternya, pihak keamanannya, federasinya, regulator operatornya, broadcasternya," ujarnya.

infografis teror bom di dunia sepakbola
Perbesar
teror bom di dunia sepakbola dalam sejarah (liputan6.com/tri yasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya