Tragedi di Kanjuruhan, Khofifah: Jatim Berduka Dunia Olahraga Berduka

Oleh Yusron Fahmi pada 02 Okt 2022, 09:34 WIB
Diperbarui 02 Okt 2022, 10:05 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah (Hermawan Arifianto/Liputan6.com)
Perbesar
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansah (Hermawan Arifianto/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan duka mendalam atas tragedi rusuh di Kanjuruhan Malang usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022.

"Jatim berduka, dunia olahraga berduka, Indonesia berduka. Semoga yang wafat diterima disisi Allah diberi ketabahan. Ini jadi pelajaran berharga. semua menicintai olahraga," ujarnya di Malang, Minggu (2/10/2022).

Khofifah menyatakan, saat ini pihaknya tengah fokus penanganan korban. Saat ini masih ada 18 korban yang belum teridentifikasi di di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

"Hari ini ada yg belum teridentifikasi akan dikoordinasikan dengan RS Saiful Anwar. Kita pilih Saiful Anwar karena peralatan lengkap," ujarnya.

Dia menyatakan, semua korban yang dirawat di Saiful Anwar ditanggung Pemprov Jatim karena merupakan rumah sakit milik Pemprov.

Khofifah menyatakan, pihaknya terus berkoordinasi dalam penanganan korban. "Kita apresiasi penanganan korban oleh pemkab sangat bagus, didistribusikan di sejumlah rumah sakit swasta," ujarnya.

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Santunan

Potret Derby Jatim yang Berakhir Tragedi
Perbesar
Sejumlah kendaraan dibakar di luar Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). Sebanyak 127 orang tewas ketika para penggemar yang marah menyerbu lapangan sepak bola setelah pertandingan antara Arema FC dan Persebaya Surabaya pada 1 Oktober 2022. (PUTRI/AFP)

Khofifah menyatakan, para korban tragedi Kanjuruan akan mendapatkan santunan. Untuk korban meninggal akan mendapatkan Rp 10 juta, sedangkan yang luka berat Rp 5 juta.

"Ini bagian dari empati kita untuk korban," ujarnya.

Dia menyatakan, saat ini jumlah korban meninggal akibat tragedi Kanjuruan adalah 129 orang.

Infografis Stadion Piala Dunia 2022
Perbesar
Infografis Stadion Piala Dunia 2022. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya