Bupati Ipuk Jamin Pendidikan Anak Korban Kecelakaan Truk Maut di Sukowidi

Oleh Hermawan Arifianto pada 27 Sep 2022, 20:04 WIB
Diperbarui 27 Sep 2022, 20:04 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyapa ke tiga anak almarhum Kadir Abdullah sopir truk tangki BBM yang terguling di lampu merah Sukowidi (Istimewa)
Perbesar
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyapa ke tiga anak almarhum Kadir Abdullah sopir truk tangki BBM yang terguling di lampu merah Sukowidi (Istimewa)

Liputan6.com, Banyuwangi - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyatakan rasa dukanya terkait kecelakaan truk di persimpangan lampu merah Sukowidi Banyuwangi yang merenggut empat nyawa pada Minggu 25 September 2022.

Ipuk mendatangi rumah duka Budi Rahayu, pemilik warung yang juga menjadi korban kecelakaan tersebut. Warung Rahayu berada di pertigaan jalan tersebut ditabrak truk bermuatan solar tersebut.

Rahayu meninggal dunia karena tertimpa reruntuhan bangunan warung yang ditabrak truk tersebut.

"Saya turut berduka dan semoga keluarga korban diberikan ketabahan oleh Allah SWT. Kita semua berharap agar kejadian ini tidak terjadi lagi," ujar Ipuk kepada saudara korban, Selasa (27/9/2022).

Ipuk juga mengunjungi tiga bersaudara Bintang, Bily, dan Bihan yang kini menjadi yatim, setelah ayahnya, Kadir Abdullah (36) yang merupakan sopir truk maut meninggal dunia. Sementara ibunya berada di Arab Saudi menjadi pekerja migran.

Ketiga anak yang masing-masing kelas V, II, dan Taman Kanak-Kanak itu kini tinggal bersama kakek dan neneknya di Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri.

Saat bertemu tiga anak tersebut. Ipuk Fiestiandani memastikan pendidikan mereka terjamin.

"Kalau ada kesulitan terkait pendidikan segera hubungi Pak Camat, Lurah, atau Dispendik. Pemkab akan bantu,"  kata Ipuk pada keluarga tiga anak tersebut.

Di kesempatan itu Ipuk  berusaha menghibur tiga anak Kadir. Mereka bercerita tentang cita-citanya kepada Ipuk.

"Mau jadi apa kalau sudah besar nanti," tanya Ipuk.

"Saya mau jadi tentala (tentara)," kata Bihan yang masih cadel.

"Kalau saya mau jadi polisi," kata Bintang menimpali.

"Bagus-bagus semua cita-citanya. Semoga bisa tercapai. Sekolah yang rajin ya. Pada pihak keluarga, saya titip anak-anak untuk terus dijaga. Kalau ada kesulitan segera hubungi Pak Camat, Pak Lurah, atau Dinas Pendidikan. Jangan sampai anak-anak putus sekolah," pinta Ipuk

 

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Diduga Alami Rem Blong

Sebelumnya, kecelakaan terjadi di Simpang Tiga Jalan Sukowidi. Kecelakaan bermula saat truk tangki Nopol AA 1795 DE yang dikemudikan Kadir melaju dari arah barat.

Setibanya di lampu merah Simpang Tiga Sukowidi, truk tangki itu diduga mengalami rem blong. Nahas kendaraan besar itu justru menerobos jalur kanan hingga menabrak dua pengendara motor dan warung milik warga menyebabkan 4 orang meninggal dunia. Dua di antaranya adalah Kadir dan Budi Rahayu.

 

Infografis Subsidi Upah ke 8,8 Juta Pekerja Segera Cair. (Liputan6.com/Trieyasni)
Perbesar
Infografis Subsidi Upah ke 8,8 Juta Pekerja Segera Cair. (Liputan6.com/Trieyasni)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya