Pria di Situbondo Perkosa Adik Kandung dan Ipar, Berdalih Tidak Dilayani Istri

Oleh Hermawan Arifianto pada 07 Sep 2022, 18:10 WIB
Diperbarui 07 Sep 2022, 18:10 WIB
Ilustrasi pemerkosaan (Istimewa)
Perbesar
Ilustrasi pemerkosaan (Istimewa)

 

Liputan6.com, Situbondo - Warga Asembagus Situbondo berinisial S memperkosa adik kandung dan adik iparnya yang  masih duduk di bangku sekolah SMP.

S mengaku melakukan perkosaan karena istrinya enggan melayani kebutuhan biologis pelaku karena tidak bisa memberikan  nafkah Rp100 ribu perhari.

"Pengakuanya, karena dia minta jatah ke istirnya enggak dilayani. Lalu dilampiaskan ke adik iparnya dan adiknya sendiri," ujar Kasat Reskirm Polres Situbondo AKP Dhedi Ardi Putra, Rabu (6/9/2022).

Polisi telah mengamankan pelaku untuk dilakukan pemeriksaan intensif di Mapolres Situbondo.

"Setelah semua unsur memenuhi langsung kami tetapkan sebagai tersangka," katanya. 

Pelaku nyaris dihakimi massa karena kabar itu menyebar dan meresahkan warga setempat. Beruntung, polisi segera datang ke lokasi dan mengamankan pelaku.

"Palaku langsung kami amankan berikut sejumlah barang bukti yang ada," kata Dhedi.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Ancaman Hukuman

Pelaku saat ini sedang menjalani pemeriksaan secara intensif di mapolres Situbondo. "Untuk memudahkan penyidikan pelaku juga telah kami tahan,"tambah Dhedi.

Atas perbuatanya pelaku S dijerat dengan pasal 72 (E) jungto Pasal 82 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

"Pelaku kita jerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun kurungan penjara," ujarnya.

Infografis Hindari Penularan Covid-19, Ayo Jaga Jarak! (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Hindari Penularan Covid-19, Ayo Jaga Jarak! (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya