Upaya Jadikan Pasar Turi Baru Pusat Grosir Indonesia Timur

Oleh Dian Kurniawan pada 28 Jun 2022, 06:05 WIB
Diperbarui 28 Jun 2022, 06:05 WIB
Manajemen Pasar Turi Baru menggelar sosialisasi kepada ratusan pedagang. (Dian Kurniawan/Liputa6.com).
Perbesar
Manajemen Pasar Turi Baru menggelar sosialisasi kepada ratusan pedagang. (Dian Kurniawan/Liputa6.com).

Liputan6.com, Surabaya - General Manager Pasar Turi Baru Tedi Supriadi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada ratusan pedangan untuk membuka toko atau standnya secara serentak mulai Minggu 26 Juni hingga 31 Juni.

"Banyak yang menggantungkan nasib dari sini. Kami juga bekerja keras untuk mendatangkan pembeli sebanyak mungkin. Namun, itu tak cukup kalau tak ada dukungan dari pedagang untuk membuka toko secara serentak," ujar Tedi, Senin (27/6/2022).

"Sejumlah kemudahan diberikan pihak pengelola kepada pedagang. Diantaranya adalah menyetujui permohonan pedagang yang ingin migrasi meter listrik. Dari yang sebelumnya menggunakan sistem prabayar (smart card) menjadi sistem pascabayar," imhuh Tedi.

Menurut Tedi, daya tarif yang disediakan 900 VA. Sedangkan tarif listrik sebesar Rp 2 ribu per-KWH. Namun berdasarkan kontrak bersama PLN, minimum jam nyala harus 110 jam perbulan.

"Pun bagi yang tak ingin bermigrasi, daya tetap 100 watt dengan biaya 200 ribu per bulan tiap stan," ucapnya.

Tedi memastikan kelengkapan seluruh fasilitas. Termasuk perbaikan lantai, eskalator, pendingin ruangan, toilet, hingga pembangunan tempat ibadah.

"Jumlah infrastruktur yang membutuhkan perbaikan ini cukup banyak sehingga memang butuh waktu. Namun, kami pastikan ini telah siap bahkan kami tak libur untuk menyebut ini," ujarnya.

Selain memberikan kemudahan, Tedi juga menyampaikan sejumlah kompensasi yang akan diterima pedagang, kalau membuka stan lebih awal. Di antaranya, pembebasan service charge hingga Desember 2022.

"Syaratnya, pembebasan service charge diberikan tiap bulan berdasarkan absensi masing-masing stan. Untuk bisa mendapatkan pembebasan service charge, mereka harus buka minimal 75 persen dari total hari," ucapnya.

Sebaliknya, bagi pedagang yang belum juga membuka stan hingga 31 Juli, maka akan mendapatkan denda. Per stan akan dikenakan denda senilai Rp 50 ribu per hari dengan service charge dihitung mulai 1 Juli.

"Ini sebagai bentuk menjaga komitmen bersama. Bahwa untuk bisa menghidupkan kembali Pasar Turi, perlu kerjasama seluruh pihak. Ini juga demi menyelamatkan aset para pedagang," ujar Tedi.

Pengelola Pasar Turi Baru berkomitmen membantu pemasaran dengan menggelar berbagai event untuk menarik pembeli.


Mengacu Putusan Pengadilan

"Kami ingin mengembalikan kejayaan Pasar Turi sebagai Pusat Grosir terbesar di Indonesia, khususnya Indonesia Timur. Namun ini tak bisa sekejap. Diawali dengan kelas retail terlebih dahulu," ucap Tedi.

Tedi kembali menjelaskan, terkait dengan permintaan sertifikat stand tetap Hak Milik Atas Satuan Rumah Susun / Strata Title oleh pedagang, pihak pengelola memastikan tetap mengacu pada putusan pengadilan. Bahwa pengadilan telah memutuskan penggunaan stan dengan sertifikat hak pakai.

Namun menurut Tedi, pengelola tetap berupaya mendorong pemkot Surabaya untuk memperpanjang pinjam pakai selama 25 tahun. Dari yang awalnya terhitung mulai tahun 2010 menjadi tahun awal di 2022. Mengingat, Pasar Turi yang belum bisa digunakan sebelumnya.

"Penerbitan buku stan akan dilakukan Agustus mendatang. Kepada pedagang yang telah memberikan deposit kunci maka akan dapat kompensasi. Ini akan tertuang kedalam pembayaran Service Charge," ujarnya.

Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Gejala dan Pencegahan Covid-19 Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya