Laporkan ke Polisi, Dinsos Surabaya Siap Dampingi Difabel Korban Pelecehan Seksual

Oleh Dian Kurniawan pada 25 Jun 2022, 12:09 WIB
Diperbarui 25 Jun 2022, 12:09 WIB
Ilustrasi Pelecehan Seksual Anak
Perbesar
Ilustrasi kekerasan pada anak. Sumber: Istimewa

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya Anna Fajriatin menjelaskan kasus yang menimpa remaja disabilitas tuna rungu, PI (14) asal Kecamatan Tambaksari, telah dilaporkan pada polisi. Saat ini terduga pelaku tengah melarikan diri.

“Polrestabes Kota Surabaya akan berkirim surat ke Dinsos untuk membuatkan laporan psikososialnya. Ini juga membantu kami untuk mengajukan pendampingan langsung kepada Kementerian Sosial,” ujarnya, Jumat (24/6/2022). 

Pendampingan langsung dari Kemensos tersebut, berupa program pendampingan Satuan Bakti Pekerja Sosial (Sakti Peksos). Karena, dalam hal ini Kemensos RI menjadi penanggung jawab pelaksanaan Program Kesejahteraan Sosial Anak (PKSA), yang turut memperkuat kondisi dan keadaan korban.

“Sakti Peksos akan mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Kemensos RI, yang juga diakui keabsahannya oleh Polri. Yakni untuk membuatkan pendampingan, baik di tingkat pengadilan maupun kejaksaan,” ucapnya.

Anna mengaku bahwa Dinsos Surabaya akan selalu terbuka untuk memberikan bantuan lewat pelatihan ketrampilan di UPTD Liponsos Kalijudan Kota Surabaya. 

Menurutnya, sambil menunggu proses pendidikan kejar paket, korban juga bisa ikut belajar keterampilan bersama komunitas disabilitas.

“Selain memberikan alat bantu dengar dan psikologis korban sudah pulih, kami sangat terbuka jika korban ingin bergabung untuk mengikuti pelatihan. Seperti melukis atau membatik,” ujarnya.


Pelaku Kabur

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani dan Dinsos Surabaya saat menjenguk remaja korban kekerasan seksual. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani dan Dinsos Surabaya saat menjenguk remaja korban kekerasan seksual. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Diketahui, seorang gadis disabilitas tuna rungu berinisial PI (14) asal Kecamatan Tambaksari, Kota Surabaya, diduga mengalami pelecehan seksual yang dilakukan oleh tetangganya, HA (45) pada Rabu 15 Juni dini hari kemarin.

Korban mengaku jika baru saja disetubuhi oleh HA. Untuk melancarkan aksinya, pelaku menawarkan korban kue. Sehingga korban mau masuk ke dalam rumah pelaku.

Pasca kejadian itu, pelaku melarikan diri. Saat matahari terbit, pelaku sudah tidak terlihat. Pelaku merupakan seorang duda. Pelaku sudah dua kali menikah dan kandas di tengah jalan.

Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya dengan Tanda Bukti lapor nomor TBL/B/695/VI/2022/SPKT/ Polrestabes Surabaya/Polda Jawa Timur. 

Infografis: Deretan kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan Tahun 2011 (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis: Deretan kasus kekerasan seksual di dunia pendidikan Tahun 2011 (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya