Mudah Menular, Warga Banyuwangi Diimbau Waspada Penyebaran Conjunctivitis Virus

Oleh Hermawan Arifianto pada 24 Jun 2022, 23:07 WIB
Diperbarui 24 Jun 2022, 23:07 WIB
Ilustrasi Conjunctivitis Virus (Istimewa)
Perbesar
Ilustrasi Conjunctivitis Virus (Istimewa)

Liputan6.com, Banyuwangi - Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi meminta masyarakat mewaspadai penyebaran Conjunctivitis Virus. Virus itu menyerang mata dan membuat mata gatal, merah, nyeri, lebam hingga berair.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan setempat, Amir Hidayat mengatakan sejak sepekan terakhir banyak masyarakat Banyuwangi yang merasakan gejala conjunctivitis virus.

"Kenaikan kasus ini dua kali lebih cepat dari minggu sebelumnya. Bahkan kenaikan terus menerus terjadi selama tiga kali pemantauan mingguan," kata Kepala Dinkes Banyuwangi, Amir Hidayat, Jumat (24/6/2022).

Amir mengatakan, kenaikan angka kasus conjunctivitis virus di Kabupaten Banyuwangi cukup signifikan.

"Pada 1 - 7 Juni ditemukan 236 kasus. Lalu pada 8 - 14 Juni bertambah menjadi 312 kasus. Kemudian pada 15 - 21 Juni angka kasus Conjunctivitis Virus turun menjadi 308 kasus," terang Amir.

Meski pergerakan angka kasus Conjunctivitis Virus fluktuatif, namun Dinkes Banyuwangi menyebut jika kasus itu belum masuk kejadian luar biasa (KLB).

"KLB belum bisa diberlakukan dan dibuktikan dengan indikator yang ada," ungkap Amir.

Untuk itu, Amir mengimbau kepada masyarakat Banyuwangi yang sudah terpapar Conjunctivitis Virus agar bisa menjaga jarak agar tidak tertular. "Jangan berdekatan, minum obat dan istirahat," tandas Amir.

Dikutip dari halodoc.com, Konjungtivitis Virus menjadi jenis konjungtivitis yang sangat menular yang disebabkan oleh virus, seperti adenovirus atau virus herpes simpleks (HSV).

Kondisi ini terjadi ketika infeksi virus menyebabkan peradangan pada konjungtiva, selaput yang melapisi bagian putih mata. Sebagian besar virus yang menyebabkan konjungtivitis menyebar melalui kontak tangan ke mata melalui benda yang telah terkontaminasi virus tersebut.

Gejala konjungtivitis virus dapat disertai flu atau kondisi lain, termasuk hidung pilek dan berair, sensitivitas cahaya, dan iritasi mata secara umum. Konjungtivitis virus umumnya dimulai di satu mata kemudian menyebar ke mata lainnya.

Gejala yang umum termasuk, iritasi mata berwarna merah muda atau kemerahan, keluarnya cairan dari mata yang mungkin disertai dengan sedikit lendir, nyeri ringan, mata tidak nyaman, dan sensasi terbakar.

Selain itu juga sensitive terhadap cahaya, kerak yang terdapat di sekitar kelopak mata saat bangun tidur hingga kelopak mata menjadi bengkak.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Penyebab Konjungtivitis Virus

Konjungtivitis virus paling sering disebabkan oleh adenovirus yang menyebabkan flu biasa dan infeksi saluran pernapasan atas lainnya.

Konjungtivitis yang disebabkan oleh adenovirus terbagi menjadi dua jenis. Pertama Demam faringokonjungtiva. Jenis ini umumnya ditemukan pada anak-anak dan dewasa muda. Gejalanya mirip dengan gejala flu biasa, seperti sakit tenggorokan atau sakit kepala.

Keratokonjungtivitis epidemik. Jenis ini bisa berkembang lebih parah dan mempengaruhi kornea mata dan sangat berpotensi menyebabkan masalah penglihatan jangka panjang.

Selain adenovirus, konjungtivitis virus juga dapat disebabkan oleh, Virus rubella, Virus Rubeola, yang menyebabkan campak, Virus herpes simpleks, Virus varicella-zoster, yang juga menyebabkan cacar air dan herpes zoster, Virus Epstein-Barr, yang juga menyebabkan infeksi mononukleosis dan Picornaviruses.

Perlu diketahui bahwa konjungtivitis virus sangat menular. Penularan bisa terjadi melalui paparan langsung pada seseorang dengan infeksi saluran pernapasan atas.

Kontak dengan air mata yang menular, kotoran mata, wajah, atau kotoran dari hidung juga dapat mencemari tangan. Infeksi bisa terjadi ketika kamu menggosok mata tanpa mencuci tangan.

 

Delirium, Gejala COVID-19, Gejala Baru COVID-19, Gejala Covid, Gejala Baru Covid
Perbesar
Infografis yang menyebut bahwa delirium merupakan gejala baru dari COVID-19, penyakit yang disebabkan Virus Corona SARS-CoV-2, tersebar di media sosial dan grup WhatsApp. (Sumber: Istimewa)
Lanjutkan Membaca ↓

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya