Banyuwangi Pamerkan Beragam Karya Hasil Program Merdeka Belajar

Oleh Hermawan Arifianto pada 19 Mei 2022, 05:08 WIB
Diperbarui 19 Mei 2022, 05:08 WIB
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (Kanan) melihat inovasi sekolah-sekolah  dalam Festival Merdeka Belajar  (Istimewa)
Perbesar
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani (Kanan) melihat inovasi sekolah-sekolah dalam Festival Merdeka Belajar (Istimewa)

Liputan6.com, Banyuwangi Antusias dalam program Merdeka Pelajar, sekolah-sekolah di Banyuwangi memamerkan berbagai hasil karya pelajar dalam sebuah Festival Merdeka Pelajar di Pendopo Sabha Swagatha Banyuwangi

Seperti metode pembelajaran melalui game bola yang diciptakan Al Ghazali, siswa kelas 5 SDN 1 Lateng. Al Ghazali yang bercita-cita menjadi seorang programmer itu membuat sebuah game permainan bola pantul berlatar pegunungan.

Ada juga pedal stand hand sanitizer karya Nicholas Nizam Zahir dan Fitsal Asfa dari SDN 1 Pakis. Dua siswa tersebut berhasil membuat alat penyemprot hand sanitizer dari paralon yang dilengkapi dengan pedal sebagai pemantiknya.

“Sengaja bikin alat ini karena memang sangat dibutuhkan saat pandemi seperti sekarang. Bikinnya enggak rumit, seminggu sudah jadi. Alhamdulillah, hasilnya sesuai harapan,” ujar Nicholas. Rabu (18/5/2022)

Karya-karya tersebut ditampilkan pada Pameran Unjuk Karya yang digelar di seluruh Satuan Koordinator Pendidikan di 25 kecamatan se-Banyuwangi. Berbagai inovasi siswa-siswa ditampilkqn dengan menarik.

Pameran itu sendiri merupakan rangkaian dari Festival Merdeka Belajar (FMB) yang dibuka oleh Bupati Ipuk Fiestiandani.

FMB yang digelar secara hybrid tersebut, merupakan puncak dari serangkaian pendampingan dan monitoring terhadap program merdeka belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Perguruan Tinggi (Kemenristek Dikti) di sekolah-sekolah di Banyuwangi. Sebuah program yang bertujuan menciptakan suasana belajar yang bahagia, merdeka dalam berpikir dan berekspresi bagi siswa maupun para guru.

“Program Merdeka Belajar ini sangat strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita. Bagaimana pendidikan kita semakin inklusif dan tidak sekadar terkungkung pada formalitas birokratis,” kata Ipuk.

“Siswa juga berkembang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing. Dan mereka juga bisa menghasilkan karya nyata sesuai passion-nya,” ujar Ipuk.

Ipuk kembali mengingatkan seluruh stakeholder pendidikan untuk terus memanfaatkan dan meningkatkan kapasitas penguasaan teknologi digital.


Sentuh 1.000 Pendidik Formal dan Non Formal

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tinjau berbagai inovasi pelajar di Festival Merdeka Belajar (Istimewa)
Perbesar
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani tinjau berbagai inovasi pelajar di Festival Merdeka Belajar (Istimewa)

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Suratno menjelaskan, Festival Merdeka Belajar ini bertujuan untuk mendorong percepatan pelaksanaan program Merdeka Belajar yang telah diluncurkan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim.

Suratno menambahkan, pada pelaksanaannya kali ini program merdeka belajar ini sudah menyentuh 100 lebih lembaga pendidikan formal maupun non formal, mulai jenjang Paud, TK, SD, SMP, hingga PKBM.

Mereka telah mengikuti serangkaian seleksi dan monitoring dari tim monev yang telah berjalan sejak April 2022.

Infografis Lampu Hijau Belajar Tatap Muka Terbatas Pasca-Vaksinasi Covid-19 Pelajar. (Liputan6.com/Abdillah)
Perbesar
Infografis Lampu Hijau Belajar Tatap Muka Terbatas Pasca-Vaksinasi Covid-19 Pelajar. (Liputan6.com/Abdillah)
Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya