Hunian Sementara dan Tetap Pengungsi Gunung Semeru Bisa Ditempati Sebelum Lebaran?

Oleh Liputan6.com pada 01 Apr 2022, 10:05 WIB
Diperbarui 01 Apr 2022, 10:05 WIB
Kepala BNPB Suharyanto bersama Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi korban erupsi Gunung Semeru di RSUD Pasirian.
Perbesar
Kepala BNPB Suharyanto bersama Menko PMK Muhadjir Effendy mengunjungi korban erupsi Gunung Semeru di RSUD Pasirian. (Foto: dokumentasi BNPB).

Liputan6.com, Surabaya - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto mengharapkan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) korban erupsi Gunung Semeru bisa segera ditempati.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lumajang memproyeksikan 300 hingga 478 unit penampuan di Desa Sumbermujur dapat dirampungkan pada tahap awal ini.

"Harapannya sebagian masyarakat dapat dipindahkan di sini (relokasi) target kita paling tidak satu atau dua minggu ini 300-478 keluarga atau mereka yang masih berada di pengungsian," ujar Suharyanto, Jumat (1/4/2022), dikutip dari Antara.

BNPB bersama pemerintah daerah menargetkan mereka yang masih berada di pos-pos pengungsian dapat menempati huntap dan huntara pada tahap pertama sebelum lebaran.

Perkembangan per hari ini (31/3/2022) fasilitas listrik telah tersedia dan tinggal menunggu data pelanggan. Pihak PLN akan membutuhkan waktu satu minggu untuk instalasi akhir pada sejumlah unit yang menjadi target tadi.

Sedangkan ketersediaan air, sejumlah titik telah dapat diakses. Pemenuhan target unit huntap dan huntara akan difokuskan pada blok Kamar Kajang.

Percepatan huntap dan huntara tahap pertama ini menindaklanjuti kunjungan Wakil Presiden beberapa waktu lalu. Saat itu, pesan yang diharapkan yaitu masyarakat yang masih berada di pengungsian sudah menempati huntap dan huntara sebelum lebaran.

Merespons hal tersebut, pemerintah daerah yang didukung BNPB dan kementerian terkait memiliki waktu tiga hingga empat minggu. Selain itu, Suharyanto juga menyampaikan bahwa Presiden selalu memantau perkembangan pembangunannya.

Suharyanto mengatakan bahwa relokasi ini dapat menjadi contoh atau role model, seperti dari sisi kecepatan, penyiapan lahan dan segi apapun. Ini dibuktikan dengan rentang waktu penanganan darurat bencana hingga penyiapan sampai proses pembangunan saat ini.


Kendala Koordinasi

Wapres Ma'ruf Amin dan Khofifah saat meninjau pembangunan hunian sementara Semeru. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Wapres Ma'ruf Amin dan Khofifah saat meninjau pembangunan hunian sementara Semeru. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Di sisi lain, Suharyanto menyampaikan apabila ada kendala di lapangan yang dihadapi dapat dikoordinasikan dengan BNPB maupun pemerintah daerah.

Kepala BNPB mencontohkan prediksi awal membangun huntara itu mungkin harganya akan berbeda karena faktor cuaca hujan, jaraknya jauh, tenaga kerja, atau harga material. Tercatat 55 lembaga nonpemerintah telah menyelesaikan pembangunan unit huntara.

Progres sampai dengan 30 Maret 2022 sebanyak 1.656 unit huntap dan huntara dalam proses dibangun di 8 kluster dusun dan 115 blok hunian dengan progresĀ fisik sebesar 48,45 persen. Dari total hunian, sebanyak 1.427 unit Risha di antaranya telah 100 persen terpasang.

Huntap dan huntara pada lahan seluas 81 hektare ini berlokasi di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Huntara yang akan dibangun berukuran 4,8 m x 6 m, sedangkan untuk huntap berukuran 6 x 6 m.

Hunian tersebut dibangun pada tanah seluas 10 x 14 meter untuk setiap kepala keluarga. Pemerintah Kabupaten Lumajang memperpanjang masa transisi darurat ke pemulihan bencana selama 90 hari, terhitung 25 Maret hingga 22 Juni 2022.Ā 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya