Peternak Sapi di Banyuwangi Diminta Waspadai Penyebaran Virus BEF

Oleh Hermawan Arifianto pada 06 Feb 2022, 06:09 WIB
Diperbarui 06 Feb 2022, 06:09 WIB
Para Peternak Sapi di Banyuwangi Diminta Untuk Mewasapdai Virus BEF  Yang Menyerang Sapi di Musim Penghujan. (Hermawan Arifianto/Liputan6.com)
Perbesar
Para Peternak Sapi di Banyuwangi Diminta Untuk Mewasapdai Virus BEF Yang Menyerang Sapi di Musim Penghujan. (Hermawan Arifianto/Liputan6.com)

Liputan6.com, Banyuwangi - Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi meminta para peternak sapi mewaspadai virus bovine epimeral fever (BEF). Virus ini salah satu jenis virus arbo yang penularannya melalui vektor nyamuk Culex Sp.

Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi Nanang Sugiharto mengatakan, virus ini sempat menghebohkan warga Sampang Madura. Hal tersebut menyusul banyaknya kematian sapi ternak lantaran terpapar virus tersebut.

"Virus ini sebetulnya sudah lama ada termasuk di Banyuwangi. Saat terkena sapi akan mengalami demam selama tiga hari. Biasanya virus ini banyak ditemui saat musim penghujan. Virus ini hanya menular pada sapi, tidak pada hewan lain atau bahkan manusia," kata Nanang, Sabtu (5/2/2022).

Nanang menyebut potensi sapi mengalami kematian karena terjangkit virus BEF sebetulnya sangat rendah. Diobati maupun tidak sapi dapat sembuh secara alami, selama imunnya kebal. Bahaya dari virus ini justru dari dampak infeksi sekundernya.

"Saat kekebalan imun sapi itu rendah maka sapi akan malas makan dan lemas. Ketika sapi itu memiliki riwayat penyakit maka akan mudah ambruk yang berpotensi membuat sapi mati. Ketika sudah seperti itu harus segera ditangani," ujarnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.


Perlu Pemeriksaan Ahli

Demam akibat virus BEF tidak dapat dilihat sepintas dari pandangan kasat mata. Perlu dilakukan pemeriksaan oleh ahli.

"Ketika sudah terdeteksi penanganannya juga akan lebih mudah. Saat demam tinggi sapi segera diberikan obat penurun demam, ketika nafsu makannya menurun diberi obat penambah nafsu makan dan bila perlu juga diberi antibiotik," kata dia.

"Selama itu segera dilakukan, maka resiko sapi mengalami kematian dapat diminimalisir," imbuhnya.

Pihaknya mengimbau, warga lebih aktif dalam melakukan beberapa langkah pencegahan. Seperti memastikan kebersihan kandang, melakukan upaya 3M (menguras, menutup dan mengubur) genangan air.

"Selanjutnya memberikan vitamin untuk menjaga kekebalan imun sapi. Pakan yang bagus dan sehat. Sehingga segala resiko dapat diminimalisir," tandasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya