Sejarah hingga Kuliner Khas Bojonegoro yang Wajib Diketahui

Oleh Muhamad Husni Tamami pada 29 Jan 2022, 20:00 WIB
Diperbarui 29 Jan 2022, 20:00 WIB
wisata bojonegoro
Perbesar
Wisata Bojonegoro Negeri Atas Angin (Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Bojoneogoro)

Liputan6.com, Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro adalah salah satu daerah tingkat II yang berada di Provinsi Jawa Timur. Kabupaten dengan ibu kota Bojonegoro ini berbatasan langsung dengan lima kabupaten, empat di Jawa Timur dan satu di Jawa Tengah.

Di bagian utara Kabupaten Bojonegoro berbatasan dengan Kabupaten Tuban. Di timur berbatasan dengan Kabupaten Lamongan. Di selatan berbatasan dengan Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi. Sedangkan di barat berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

Wilayah barat Kabupaten Bojonegoro merupakan bagian dari Blok Cepu. Yakni salah satu sumber deposit minyak bumi terbesar di Indonesia.

Secara administratif, Kabupaten Bojonegoro terbagi menjadi 28 kecamatan yang terdiri dari 11 kelurahan dan 419 desa. Sebagian besar Kabupaten Bojonegoro adalah pertanian.

Keadaan topografi Kabupaten Bojonegoro didominasi oleh keadaan tanah berbukit di sebelah selatan. Sedangkan di utara sepanjang aliran Bengawan Solo merupakan dataran rendah dan daerah pertanian yang subur.

Tentu bukan hanya itu saja yang menarik dari Bojonegoro. Yuk simak fakta-fakta menarik lainnya agar lebih mengenal dekat dengan Kabupaten Bojonegoro yang dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sejarah Bojonegoro

Mengintip 'Benda Peninggalan' di Masjid Walisongo
Perbesar
Memasuki bagian dalam, terdapat makam raja-raja kesultanan Demak, Raden Patah dan Pati Unus (Liputan6.com/Isna Setyanova)

Saat zaman kerajaan, Kabupaten Bojonegoro termasuk wilayah kekuasaan Majapahit. Namun setelah berdirinya Kesultanan Demak pada abad ke-16, Bojonegoro masuk ke wilayah Demak.

Hadirnya agama Islam menyebabkan adanya pergeseran nilai dan tata masyarakat. Saat itu budaya Hindu semakin mendesak. Lambat laun masyarakat mulai menerapkan nilai-nilai berbasis Islam yang diakulturasikan dengan tradisi masyarakat saat itu.

Dalam rangka merebut kekuasaan Majapahit, terjadilah peperangan yang akhirnya ada peralihan kekuasaan. Pada tahun 1585 Bojonegoro kemudian masuk ke wilayah kekuasaan Kerajaan Pajang. Kemudian pada tahun 1587 Bojonegoro menjadi bagian dari Mataram.

Hingga akhirnya Bojonegoro menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur. Hari Jadi Bojonegoro diperingati setiap tanggal 20 Oktober. Latar belakang dari penetapan tanggal hari jadi itu ketika pergantian status Jipang dari kadipaten menjadi kabupaten pada 20 Oktober 1677.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berjuluk Kota Ledre

Ledre
Perbesar
Ledre (Sumber: ledrepisangbojonegoro)

Sama halnya dengan kabupaten atau kota lain di Jawa Timur, Bojonegoro juga mempunyai julukan daerah yang terkenal di masyarakat. Julukan ini mencerminkan ciri dari daerah tersebut.

Bojonegoro sering dijuluki sebagai Kota Ledre, Kota Jati, atau Kota Tayub. Tentu saja di balik julukan ini ada makna tersendiri yang membuat Bojonegoro disebut dengan nama julukan itu.

Disebut sebagai Kota Ledre lantaran oleh-oleh khas Bojonegoro adalah Ledre. Oleh-oleh khas ini berbentuk gapit (emping gulung) dan aromanya khas pisang raja manis.

Dikenal dengan Kota Jati karena Bojonegoro adalah kabupaten penghasil pohon jati yang berkualitas. Bahkan, di Bojonegoro ada beberapa daerah yang dikenal sebagai industri mebel berkualitas.

Alasan dijuluki sebagai Kota Tayub karena ada tarian dari Bojonegoro yang populer, yaitu Tari Tayub. Tari ini diperankan oleh pria dan diiringi dengan gamelan dan tembang Jawa.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Tempat Wisata

Wisata Bojonegoro
Perbesar
Wisata Bojonegoro Negeri Atas Angin (Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Kabupaten Bojoneogoro)

Bojonegoro memiliki destinasi wisata beragam yang cocok untuk jadi tempat liburan di akhir pekan. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam, Bojonegoro mampu mendatangkan wisatawan lokal hingga mancanegara.

Sebut saja Tambang Minyak Tradisional. Destinasi ini disebut sebagai wisata yang dibanggakan karena bisa melihat bagaimana proses menambang minyak dengan cara tradisional, yaitu dengan menimba.

Tempat wisata ini merupakan petrolium geoheritage. Pengunjung bisa menyaksikan secara langsung bagaimana minyak bumi ditambang secara tradisional.

Selain itu, Bojonegoro juga punya Go Fun. Wisatawan bisa menikmati berbagai wahana di destinasi wisata andalan Bojonegoro ini.

Bukan itu saja, kalau ingin berada bak di atas angin, datanglah ke Bukit Cinta Negeri Atas Angin Sekar. Destinasi ini menjadi primadona wisata alam Bojonegoro. Mengabadikan momen dengan bidikan kamera acap kali menjadi aktivitas yang dilakukan oleh wisatawan.

Destinasi wisata lain di Bojonegoro antara lain Water Park Dander, Kedung Maor, Watu Gandul, Growgoland, Bendungan Gerak, Waduk Pacal, dan masih banyak lagi.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kuliner Khas Bojonegoro

7 Makanan khas Bojonegoro yang Wajib Dicoba, Bikin Ketagihan
Perbesar
Nasi Flambe (Sumber: Instagram/myfood_adventure)

Bukan hanya terkenal Ledre saja, tapi Bojonegoro juga punya kuliner khas lainnya yang rasanya tidak kalah maknyus. Bahkan, kuliner khas Bojonegoro ini dapat ditemukan di daerah-daerah lain, termasuk luar Jawa Timur.

Kue Putu termasuk kuliner khas dari Bojonegoro yang saat ini sudah jarang ditemui. Dengan cita rasa manis dan gurih, Kue Putu sering disukai oleh wisatawan, bahkan memborongnya.

Selain Kue Putu, kuliner khas di Bojonegoro ada Sego Buwuhan, Nasi Flambe, dan Gethuk Lindri.

Bila bertandang ke Bojonegoro, jangan lupa cicipi kuliner khasnya. Jangan sampai ada penyesalan di akhir gara-gara nggak borong kuliner-kuliner khas Bojonegoro.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya