Pondok Diterjang Banjir, Ratusan Santri Jember Jadi Pengungsi

Oleh Liputan6.com pada 26 Jan 2022, 20:01 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 20:01 WIB
Banjir Jember
Perbesar
Banjir susulan yang melanda Jember, Jawa Timur, merendam 25 desa dan dua pesantren, serta merusak tiga jembatan. (Liputan6.com/Dian Kurniawan)

Liputan6.com, Jember - Ratusan santri Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum Pakusari Jember, mengungsi akibar banjir merendam tempat mereka menuntut ilmu.

Pengasuh Pondok Pesantren Islam Bustanul Ulum (IBU) M Hafidi Cholis mengatakan, banjir yang terjadi setelah hujan deras selama beberapa jam itu membuat 364 santri putri dari total 486 santri harus diungsikan ke tempat aman.

Menurut ia, banjir sempat menimbulkan genangan setinggi 150 cm di kompleks pesantren putri sehingga para santri harus diungsikan.

"Alhamdulillah di tengah guyuran hujan deras evakuasi berjalan aman, namun ada 13 santri yang ketakutan, kedinginan, dan kejang-kejang. Ada dua santri harus segera dibawa ke Puskesmas Pakusari," kata Hafidi, Rabu (26/1/2022), dikutip dari Antara.

Hafidi yang juga Ketua Komisi D DPRD Jember ini mengatakan, semua santri bisa dievakuasi dengan selamat, namun banyak peralatan sekolah dan perabotan milik santri yang hanyut saat banjir.

Menurut ia, saat ini banjir sudah surut dan para santri dan guru mulai membersihkan asrama dengan bantuan dari petugas pemerintah dan anggota Barisan Anshor Serbaguna (Banser) Jember.

"Semua santri juga mendapat pemeriksaan kesehatan dari Puskesmas Pakusari yang dilanjutkan dengan pemberian vitamin setelah santri berjemur dan makan pagi," katanya, menambahkan bahwa kompleks Pondok Pesantren IBU memang sering kebanjiran.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Sungai Meluap

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Jember Heru Widagdo mengatakan bahwa hujan membuat air sungai dan saluran irigasi meluap dan membanjiri permukiman warga di Kecamatan Pakusari dan Mayang.

"Banjir menerjang dua kecamatan yakni Kecamatan Pakusari dan Mayang dengan total (yang terdampak banjir) 32 rumah dengan 96 jiwa, kemudian Pesantren IBU dengan jumlah 360 santri," katanya.

Ia menambahkan bahwa warga dan aparat pemerintah desa sudah bekerja bakti untuk membersihkan sisa banjir di Dusun Krajan, Desa Mayang, Kecamatan Mayang.

Heru mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena hujan dengan intensitas tinggi diprakirakan turun hingga beberapa hari ke depan.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya