Menengok Rekam Jejak Perjuangan Kemerdekaan Indonesia di Museum Nahdlatul Ulama Surabaya

Oleh Muhamad Husni Tamami pada 26 Jan 2022, 09:00 WIB
Diperbarui 26 Jan 2022, 09:00 WIB
Jokowi saat berpidato dalam Pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU)
Perbesar
Presiden Jokowi saat berpidato dalam Pembukaan Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU).

Liputan6.com, Surabaya Organisasi massa Islam Nahdlatul Ulama (NU) berdiri di Kota Surabaya sejak 31 Januari 1926. Organisasi NU bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.

Hingga saat ini banyak kontribusi yang telah diberikan oleh organisasi NU. Mulai dari pendidikan hingga buah pikir para tokoh NU yang berpengaruh untuk bangsa dan negara.

Organisasi NU tidak dapat dipisahkan dari perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Lantaran organisasi massa Islam ini juga turut andil memberikan solusi-solusi dalam perjuangan melawan penjajah. Misalnya, tokoh pendiri NU KH Hasyim Asy'ari bersama tokoh lainnya melalui resolusi jihadnya pada pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Begitu banyak jejak NU untuk bangsa ini. Untuk mengenang perjalanan NU, maka dibuatlah Museum Nahdlatul Ulama di Surabaya.

Museum Nahdlatul Ulama dibuka untuk pertama kalinya oleh KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 25 November 2004. Lalu diresmikan oleh Rais 'Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH MA Sahal Mahfudh pada Muktamar NU ke-31 di Boyolali, Jawa Tengah pada 28 November 2004.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Koleksi Museum Nahdlatul Ulama

20151022-Hari-Santri-Jakarta-Said-Aqil-Siradj-Ma'ruf-Amin-Muhaimin-Iskandar
Perbesar
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siradj bersama Rais Am PBNU KH. Ma'ruf Amin, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat menghadiri acara kirab Resolusi Jihad NU di Jakarta, Kamis, (22/10).(Liputan6.com/Johan Tallo)

Setiap museum memiliki koleksi yang tersimpan di dalamnya, termasuk juga Museum Nahdlatul Ulama. Museum ini menyimpan benda-benda bersejarah yang pernah digunakan oleh para kyai dan pejuang nahdliyin pada masa perjuangan pergerakan nasional dan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Di Museum Nahdlatul Ulama dapat ditemukan copy dokumen resolusi jihad NU yang berperan penting dalam pertempuran 10 November 1945. Selain itu, ada dokumen sejarah pendirian jam'iyah NU dan akta pendirian NU pada 31 Januari 1926.

Potret tokoh-tokoh penting NU juga ada di museum ini. Di lantai satu Anda akan melihat potret pendiri NU. Nama dan foto tokoh tersebut terlihat jelas di museum ini.

Koleksi lainnya di Museum Nahdlatul Ulama yaitu kitab lawas, koleksi pribadi para pemimpin NU, keris, dokumen surat-surat koperasi NU, Syirkatul Amaliah tahun 1918, hingga balasan Raja Hijaz terhadap komite Hijaz yang menjadi cikal bakalnya NU.

Bukan hanya menyimpan benda-benda bersejarah NU saja, di Museum Nahdlatul Ulama juga ada Galeri Wali Songo yang lengkap dengan informasinya. Mulai dari tradisi, kebudayaan, pola keagamaan, hingga penyebaran agama Islam.

Koleksi-koleksi di Museum Nahdlatul Ulama tertata rapi, terjaga, dan terawat. Jika Anda berkunjung ke museum ini, akan banyak pelajaran sejarah berharga yang dapat dipetik.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Lokasi dan Harga Tiket Masuk

Museum Nahdlatul Ulama berada di Jalan Gayungsari, Menanggal, Kecamatan Gayungan, Kota Surabaya. Akses untuk ke lokasi ini cukup terjangkau.

Berkunjung ke Museum Nahdlatul Ulama bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Untuk memudahkan, Anda bisa menggunakan Google Maps sebagai alat pembantu akses ke museum ini.

Pengunjung Museum Nahdlatul Ulama akan dikenakan tarif tiket masuk sebesar Rp2.000. Meski harga tiket murah, tapi ilmu dan pelajaran yang didapat di museum ini tidak murahan. Anda akan banyak mendapatkan pembelajaran dan pengalaman baru saat berkunjung ke museum ini.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya