2 Pekerja Migran Jatim Positif Covid-19, Khofifah: Semua Harus Patuhi Tracing

Oleh Dian Kurniawan pada 24 Jan 2022, 17:08 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 17:08 WIB
Gubenur Jatim Khofifah saat apel pagi. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Gubenur Jatim Khofifah saat apel pagi. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta jajarannya sigap menyambut kedatangan pekerja migran ke Jatim.

Pada 22 Januari kemarin, 129 tenaga migran tiba di Jatim dari bandara Juanda. Pada 26 Januari nanti direncanakan juga akan datang lagi sebanyak 164 orang.

"Kita semua harus siap karantina dan memberikan layanan pada para tenaga migran," ucap Khofifah di lapangan Makodam V Brawijaya Surabaya, Senin (24/1/2022).

Dari kedatangan pekerja migran Indonesia rombongan pertama, lanjut Khofifah, testing yang dilakukan diketahui dua orang terkonfirmasi positif covid-19. Dua orang tersebut telah mendapatkan penanganan di RS Haji Sukolilo.

"Kami memastikan bahwa selain testing, tracing yang masif juga terus dilakukan. Khusus untuk tracing ini, kami meminta semua harus patuh," ujarnya.

Pasalnya setiap ada yang terkonfirmasi positif maka kontak erat di lingkungan tersebut harus dilakukan. Tak hanya di sektor tenaga migran tapi juga misalnya di sekolah, perkantoran maupun keluarga.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Kembali Siaga

"Pastikan semua ter-tracing. Sesuai anjuran Kemenkes dalam tracing kontak erat minimal untuk satu kasus tracingnya 15 orang, tapi kita di Jatim tracingnya 19 orang setiap kasus," ucap Khofifah.

Selain itu, sebagai antisipasi lonjakan kasus, Khofifah kini juga telah mengaktifkan kembali Isoter-Isoter. Dirinya meminta tenaga kesehatan (nakes) dan relawan kembali siaga dan membangun sinergitas yang baik.

"Keberadaan Isoter harus segera dilakukan Reaktivasi, Nakes dan Relawan juga harus turut disiapkan," ujar Khofifah.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya