Berprestasi, Mahasiswa Ubaya yang Meninggal Saat Mendaki Gunung Punya IP 3,9

Oleh Liputan6.com pada 24 Jan 2022, 13:12 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 13:12 WIB
Ilustrasi mendaki gunung
Perbesar
Ilustrasi mendaki gunung. (Photo by Austin Ban on Unsplash)

 

Liputan6.com, Surabaya - Erfando Ilham Nainggolan, mahasisiwa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) yang meninggal dunia saat mendaki Gunung Penanggungan Mojokerto, dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi.

Dekan Fakultas Psikologi Ubaya Evy Tjahjono menyatakan, Erfando Ilham Nainggolan merupakan mahasiswa yang pandai, memiliki indeks prestasi (IP) memuaskan mencapai 3,921.

Rektor Universitas Surabaya Benny Lianto menyatakan, civitas akademika Ubaya mengungkapkan duka mendalam atas kepergian mahasiswanya.

"Saya percaya almarhum mendapat tempat di rumah Bapa," kata Benny di rumah duka di Jalan Bulak Banteng Madya, Kenjeran, Surabaya, dikutip dari Antara, Senin (24/1/2022).

Ia menyatakan, Ubaya bertanggung jawab penuh atas pembiayaan sejak dari rumah sakit hingga proses pemakaman yang rencananya dilakukan pada Senin (24/1/2022) di TPU Keputih Surabaya.

Sosok almarhum, kata Benny, dikenal sebagai pribadi yang baik, suka menolong, perhatian dengan teman-temannya.

 

 

 


Tewas Kelelahan

Erfando dinyatakan meninggal Minggu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari saat mengikuti kegiatan Mapaus Adventure Training XXXV di Gunung Penanggungan. Dia diduga meninggal karena kelelahan.

"Pagi ini telah berpulang ke Rumah Bapa di Surga, mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Surabaya bernama Erfando Ilham Nainggolan setelah mengikuti kegiatan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) Mapaus Adventure Training Vol XXXV di Kawasan Perhutani, Trawas, Mojokerto," kata Humas Ubaya Hayuning Purnama melalui keterangannya.

Hayuning mengungkapkan sebanyak 12 orang peserta Mapaus Adventure Training berangkat dari Ubaya kampus II pada 19 Januari 2022 berkemah di Kawasan Perhutani Trawas, Mojokerto hingga 20 Januari 2022.

Setelah itu dilanjutkan pendakian ke Gunung Penanggungan, Trawas hingga 23 Januari 2022.

Adapun kronologi kejadian adalah pada 22 Januari 2022 sekitar pukul 22.00 WIB Erfando Ilham Nainggolan menyampaikan kelelahan kepada panitia.

"Kemudian panitia memanggil Ranger Gunung Penggungan untuk dievakuasi. Setiba di pos 1 Erfando Ilham Nainggolan sudah dinyatakan meninggal dunia oleh petugas kesehatan. Jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Trawas dan dilakukan pemeriksaan lanjutan di RSUD Dr. Soekandar, Mojosari," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya