Mulai Ujicoba, Jembatan Suroboyo Bakal Jadi Destinasi Wisata Baru

Oleh Liputan6.com pada 24 Jan 2022, 10:11 WIB
Diperbarui 24 Jan 2022, 10:11 WIB
Jembatan Surabaya akan didulap menjadi ikon wisata baru Kota Surabaya. (surabaya.go,id)
Perbesar
Jembatan Surabaya akan didulap menjadi ikon wisata baru Kota Surabaya. (surabaya.go,id)

Liputan6.com, Surabaya - Jembatan Suroboyo mulai diuji coba untuk pejalan kaki pada Sabtu (22/1/2022) pukul 18.00 - 22.00 dan Minggu (23/1/2022) pukul 05.00 - 10.00 WIB.

Pemkot melibatkan 20 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dengan pembatasan maksimal 1.000 orang pengunjung. Setiap pengunjung yang masuk area jembatan pun diwajibkan PeduliLindungi dan memakai masker.

"Jembatan Suroboyo kita lakukan uji coba. Karena Insya Allah nanti akan kita fungsikan untuk full UMKM," kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dikutip dari situs resmi surabaya.go.id, Senin (24/1/2022).

Eri menyatakan, konsep penataan pembukaan Jembatan Suroboyo khusus bagi pejalan kaki terus dimatangkan. Harapannya, Jembatan Suroboyo bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru yang dapat menggairahkan perekonomian warga sekitar.

"Bagaimana Jembatan Suroboyo ini bisa dimanfaatkan sebagai destinasi wisata baru yang diharapkan bisa menggairahkan perekonomian warga sekitar," ujarnya.

Bahkan, untuk lebih menggairahkan ekonomi warga sekitar, mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya juga berencana mengintegrasikan Jembatan Suroboyo dengan objek destinasi wisata yang ada di pesisir Pantai Kenjeran. Penataan kawasan destinasi wisata pesisir Pantai Kenjeran tersebut, ditargetkan rampung pada tahun 2022 ini.

"Terintegrasi mulai dari THP (Taman Hiburan Pantai) Kenjeran lama, hingga Patung Suroboyo dan Sentra Ikan Bulak. Jadi terkoneksi, satu kesatuan paket wisata," imbuhnya.

 


Warga Antusias

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopumgdag) Kota Surabaya, Fauzie Mustaqiem Yos menerangkan, uji coba pembukaan Jembatan Suroboyo khusus bagi pejalan tersebut, pihaknya melibatkan 20 UMKM.

"Ada 20 UMKM yang terlibat. Mayoritas adalah pedagang di sekitar Kecamatan Bulak, Jembatan Suroboyo," kata Yos. 

Karena masih dalam uji coba, Yos menyebut, sehingga pelaku UMKM yang dilibatkan bukan kategori makanan berat. Artinya, hanya pedagang UMKM seperti kerajinan, handycraft, aksesoris, makanan ringan serta minuman-minuman botol kemasan seperti sinom dan beras kencur.

"Rencananya, memang kita libatkan UMKM lebih banyak. Kalau malam kita fokuskan di dekat air mancur, sedangkan pagi di tengah anjungan," kata dia.

Pihaknya pun tengah melakukan evaluasi hasil pembukaan uji coba Jembatan Suroboyo selama dua hari berjalan. Menurutnya, selama dua hari itu, antusias masyarakat yang datang sangatlah tinggi. Ke depan, pemkot berencana memfungsikan Jembatan Suroboyo tersebut khusus bagi pejalan kaki pada Sabtu malam dan Minggu pagi.

"Antusias masyarakat bagus, mereka banyak yang berminat masuk ke situ (Jembatan Suroboyo), jalan. Dan kita melarang roda dua atau roda empat. Kami konsepnya seperti car free day, tapi kendaraan sama sekali tidak boleh," jelasnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya