Jurus Khofifah Sambut Kedatangan Pekerja Migran di Jatim

Oleh Dian Kurniawan pada 23 Jan 2022, 22:41 WIB
Diperbarui 23 Jan 2022, 22:41 WIB
Pekerja migran menjalani tes Covid-19 di Bandara Juanda. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Pekerja migran menjalani tes Covid-19 di Bandara Juanda. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, forkopimda Jatim telah simulasi kedatangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sekaligus menyiapkan berbagai sarana dan prasarana karantina bagi PMI secara matang.

"Hari Sabtu 22 Januari kemarin, sebanyak 129 PMI termasuk anak-anak dan bayi dari negara Malaysia tiba di Bandara Internasional Juanda. Ada percepatan yang semula kedatangan 26 Januari, tapi maju 22 Januari 2022. Insyallah kami siap membantu memfasilitasi PMI," ujarnya, Minggu (23/1/2022).

Terkait mekanisme penanganan PMI ketika berada di tempat karantina, Khofifah menjelaskan, sama dengan yang telah dijalani para PMI ketika turun dari Bandara Soekarno-Hatta, yang kemudian dikarantina di Wisma Atlet.

Di Jawa Timur setelah mereka mendarat di Juanda, di swab PCR dan hal lain sesuai dengan standar protokol kesehatan kedatangan dari luar negeri.

"Hal-hal yang berkaitan dengan swab PCR-nya dan seterusnya, sudah ada di dalam tim pengananan yang dikordinasikan BNPB ," ungkapnya.

Sedangkan petugas yang membantu menangani PMI di lokasi karantina adalah lembaga yang datang dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Mereka sudah stand by di Surabaya. Saya rasa hal-hal yang berkaitan dengan logistik juga sudah langsung ditangani oleh BNPB," ungkapnya.

Mantan Mensos RI ini pun berharap, seluruh mekanisme dan simulasi yang telah dipersiapkan secara matang oleh pemerintah dan seluruh jajaran, terkait kepulangan PMI ke Jatim semoga semua berjalan lancar. "Semoga lancar dan sehat semua," ujarnya.

Lebih lanjut Khofifah menyampaikan, setelah tiba di Terminal 2 Internasional Juanda, PMI langsung swab PCR (antrean maksimal 1 jam). Ketika menunggu hasil swab PCR, PMI dilarang makan dan minum.

Dari hasil swab PCR, lanjutnya, apabila ada PMI yang terkonfirmasi positif, akan dirujuk ke RSUD Dr Soetomo. Sedangkan PMI yang negatif dikarantina di Asrama Haji. Khusus PMI yang berada di Asrama Haji akan dikarantina selama 7 hari, setelah itu diperbolehkan pulang secara mandiri atau dijemput pemda asal mereka.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Siaga

"Berbagai kesiapsiagaan telah dilakukan. Dan semua ini sudah disimulasikan secara matang. Insyaallah kami bersama tim secara kolektif ikut mengawal dan mengawasi kedatangan dan penanganan PMI," tutunya.

Selain mekanisme kedatangan, lanjut Khofifah, ketersediaan bed di asrama haji dinilai cukup memadai, yakni sebanyak 650 bed. "Itu bisa untuk empat kali kedatangan PMI," tandasnya.

Khofifah menambahkan, apabila kuota PMI yang dikarantina di Asrama Haji penuh, Pemprov Jatim memiliki dua opsi lain, yakni di gedung Lembaga Penjaminan Mutu Pemerintah Kemendikbud dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) keduanya di Ketintang.

Apabila ketiga tempat itu juga penuh, kata Khofifah, maka PMI akan memakai hotel yang sudah disediakan pemerintah. "Kurang lebih ada 27 hotel yang akan disediakan untuk karantina PMI sedangkan untuk non PMI disediakan di 6 hotel," tuturnya.

Adapun setelah kedatangan PMI dari Negara Malaysia, selanjutnya diperkirakan sebanyak 164 PMI asal kedatangan dari Brunei Darussalam dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Juanda pada 28 Februari 2022.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya