Bozem Jemur Wonosari Disulap Jadi Tempat Ternak Ikan Nila

Oleh Liputan6.com pada 21 Jan 2022, 05:05 WIB
Diperbarui 21 Jan 2022, 05:05 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi Bozem Medokan Sawah Timur. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi Bozem Medokan Sawah Timur. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Warga didukung pemkot Surabaya menjadikan bozem atau tempat penampungan air hujan di Jemur Wonosari untuk pembudidayaan ikan nila dan penanaman pohon alpukat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menabur langsung 7.000 benih ikan nila serta tanam Alpukat di Bozem Jemur Wonosari.

"Pada situasi pascapandemi seperti sekarang, perekonomian masyarakat harus terus bergerak, salah satunya dengan cara pembudidayaan ikan dan menanam pohon berbuah seperti ini," katanya, Kamis (20/1/2022), dikutip dari Antara.

Acara tebar benih ikan dan tanam pohon tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Pemkot Surabaya dengan pihak swasta guna menggerakkan perekonomian pascapandemi COVID-19. 

Hadir pula di acara tersebut perwakilan PT Matahari Sakti, Komunitas Lions Club Surabaya (LCS) Shining, Kelompok Tani Minasari dan jajaran camat serta lurah setempat.

Menurut Eri, kegiatan ini bisa dijadikan contoh bagi seluruh pengusaha yang ada di Kota Surabaya

"Hari ini, kami diberikan contoh betapa hebatnya hati dan kepeduliannya Pak Edward dari LCS Shining dan Pak Teddy selaku direktur PT Matahari Sakti telah memberikan yang terbaik untuk warga Surabaya," kata Eri.

Wali Kota Eri menuturkan, dalam membangun sebuah kota itu perlu adanya kolaborasi.

Menurutnya, kemajuan sebuah kota atau pemerintahan bukan karena kemampuan wali kotanya, akan tetapi karena kepedulian masyarakatnya seperti kegiatan pada pagi ini.

Eri menyampaikan pemanfaatan lahan Pemkot Surabaya sebenarnya sah saja, tanpa dikenakan pajak dan retribusi asalkan tujuan pemanfaatan aset itu digunakan untuk kepentingan umat.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Berkelanjutan

Eri berharap setelah penebaran benih nila ini bisa terus berkelanjutan. Setelah panen, ia ingin nantinya restoran atau rumah makan di Kota Surabaya bisa berkolaborasi dengan Kelompok Tani Minasari.

"Sekarang tugasnya pemkot memikirkan bagaimana nantinya ketika panen tidak boleh berhenti, kami akan berkolaborasi dengan rumah makan di Surabaya. Tolong Pak Asisten Perekonomian dan Pembangunan nanti disampaikan," katanya.

Direktur PT Matahari Sakti Teddy Njoto berharap nantinya hasil panen ikan ini dapat dimanfaatkan oleh warga Surabaya, terutama warga yang tinggal di sekitar Bozem Jemur Wonosari.

"Ini bentuk dari kepedulian kami, bentuk dari CSR PT Matahari Sakti yang membuat pakan ikan dan udang. Harapannya ke depan bisa memajukan perekonomian masyarakat sekitar sini dan kebangkitan ekonomi di pascapandemi COVID-19," kata Teddy.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya