Sekolah di Lumajang Bakal Disulap Jadi Lokasi Pengungsian Semeru

Oleh Liputan6.com pada 06 Des 2021, 15:23 WIB
Diperbarui 06 Des 2021, 15:23 WIB
Pencarian dan Evakuasi Korban Erupsi Gunung Semeru
Perbesar
Tim SAR mencari korban menyusul letusan gunung berapi dari Gunung Semeru i desa Sumberwuluh, Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), jumlah korban meninggal sampai Minggu sore berjumlah 14 orang. (ADEK BERRY/AFP)

Liputan6.com, Lumajang - Bupati Lumajang Thoriqul Haq menyatakan, pihaknya menyiapkan gedung sekolah untuk jadi lokasi pengungsian bagi warga terdampak Gunung Semeru erupsi.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan dan memastikan sekolah-sekolah di Kecamatan Candipuro bisa menjadi tempat pengungsian," katanya di Lumajang, Senin (6/12/2021).

Menurutnya,  tambahan lokasi pengungsian itu karena beberapa lokasi pengungsian yang sudah ada seperti Balai Desa Penanggal mulai penuh oleh warga yang mengungsi.

"Kami akan memastikan bagaimana ruang kelasnya cukup, toiletnya cukup, dengan distribusi logistik yang cukup di sekolah-sekolah yang dijadikan tempat pengungsian," tuturnya.

Ia menjelaskan kebijakan tersebut diambil agar lokasi pengungsian tidak  penuh sesak karena situasi pandemi Covid-19 belum berakhir, sehingga protokol kesehatan juga diharapkan tetap dipatuhi oleh masyarakat.

Cak Thoriq itu mengatakan, pihaknya tengah fokus evakuasi masyarakat dan selanjutnya akan fokus terhadap proses pemulihan masyarakat.

"Kami betul-betul berharap ada tindak lanjut untuk percepatan recovery, saya akan sesegera mungkin berkoordinasi dengan Perhutani apabila masyarakat yang ingin pindah karena banyak rumah yang hancur, tentunya setelah proses evakuasi selesai," katanya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


15 Orang Meninggal

Berdasarkan laporan Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana awan panas guguran Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang pada Senin pukul 11.10 WIB melaporkan 15 orang meninggal dunia dan 27 warga dinyatakan hilang.

Posko juga menginformasikan sebaran penyintas sebagai berikut yakni di Kecamatan Pronojiwo terdapat 9 titik pos pengungsian yakni Pos pengungsian berada di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Supiturang 04, Masjid Baitul Jadid Dusun Supiturang, SDN Oro Oro Ombo 3, SDN Oro Oro Ombo 2.

Kemudian Masjid Pemukiman Dusun, Kampung Renteng (Desa Oro Ombo), Balai Desa Oro Oro Ombo, Balai Desa Sumberurip, SDN Sumberurip 2 serta beberapa rumah kerabat di sekitar Dusun Kampung Renteng dan Dusun Sumberbulus di Desa Oro Oro Ombo.

Sebaran pos pengungsian di Kecamatan Candiro berada di 6 titik pos pengungsian, antara lain Balai Desa Sumberwuluh, Balai Desa Penanggal, Balai Desa Sumbermujur, Dusun Kampung Renteng (Desa Sumberwuluh), Dusun Kajarkuning (Desa Sumberwuluh), dan Kantor Camat Candipuro.

Untuk sebaran pos pengungsi di Kecamatan Pasirian sebanyak 4 titik yaitu Balai Desa Condro, Balai Desa Pasirian, Masjid Baiturahman Pasirian dan Masjid Nurul Huda Pasirian.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya