Gus Muhdlor Minta Jumlah Pompa Antibanjir Sidoarjo Ditambah, Normalisasi Dikebut

Oleh Liputan6.com pada 25 Nov 2021, 16:13 WIB
Diperbarui 25 Nov 2021, 16:13 WIB
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor Ali atau Gus Muhdlor (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Sidoarjo - Curah hujan yang merata di Kabupaten Sidoarjo membuat sejumlah saluran air perlu dilakukan normalinasi untuk mencegah terjadinya sumbatan air yang mengakibatkan banjir.

Untuk itu, Bupati Sidoarjo Ahmad Muhdlor memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air untuk mengebut pengerjaan proyek normalisasi sungai guna mengantisipasi banjir di berbagai titik di Sidoarjo.

"Saat ini normalisasi terus berjalan. Kita antisipasi menyusul mulai tingginya intensitas curah hujan yang merata di Sidoarjo," kata Gus Muhdlor, sapaan akrab Bupati Ahmad Muhdlor Ali, Rabu (24/11/2021), dilansir dari Antara.

Proses normalisasi sungai yang sudah rampung saat ini di antaranya Saluran avoer Ngingas Desa Balongtani Kecamatan Jabon, Saluran Kemasan 1 Desa Becirongengor Kecamatan Wonoayu.

Selajutnya, Saluran Purboyo Desa Jedongcangkring Kecamatan Prambon, Saluran Porong Kanal Kecamatan Tarik, dan Kali Desa Simoketawang Kecamatan Wonoayu serta belasan sungai yang saat ini masih dalam proses pengerukan.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan. 

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Menambah Pompa

Rumah warga Siwalankerto Surabaya tergenang banjir. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Rumah warga Siwalankerto Surabaya tergenang banjir. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Selain normalisasi sungai, Gus Muhdlor menginstruksikan untuk menambah jumlah dan kapasitas pompa penyedot banjir di titik-titik rawan banjir, salah satunya di bawah kolong tol depan Lippo Mall yang kemarin sempat tergenang saat hujan deras.

Prediksi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), wilayah Pulau Jawa termasuk Sidoarjo akan terkena dampak Badai La Nina yang puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Desember.

Selain itu, air laut pasang atau banjir rob juga harus diantisipasi yang prediksinya juga terjadi pada bulan Desember.

Selain Dinas PUBM dan SDA, Gus Muhdlor juga meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sidoarjo untuk siaga 24 jam.

BPBD diminta merespons dengan cepat apabila melihat atau mendapatkan laporan kejadian adanya bencana. Baik itu angin puting beliung maupun bencana banjir.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya