Hari Sumpah Pemuda, Golkar Surabaya Ajak Pemuda Gabung Partai

Oleh Dian Kurniawan pada 28 Okt 2021, 20:08 WIB
Diperbarui 28 Okt 2021, 20:08 WIB
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Ketua DPD Partai Golkar Surabaya, Arif Fathoni menuturkan, pada momen Hari Sumpah Pemuda, pihaknya mengajak pemuda dan pemudi di Kota Pahlawan maupun Jatim bergabung dengan Partai Politik (Parpol) supaya bisa mewarnai sistem demorkasi.

Arif Fathoni menceritakan, dahulu sebelum proklamasi kemerdekaan Indonesia, para pemuda yang terdiri dari Jong Ambon, Jong Java, Jong Celebes dan lainnya, sudah punya kesadaran berbangsa satu, berbahasa satu, bertanah air satu Indonesia.

"Ini menunjukkan bahwa Indonesia dibangun dengan keberagaman suku, bangsa, agama dan lain sebagainya," tutur anggota DPRD Surabaya ini, Kamis (28/10/2021).

Untuk itu, kata dia, kewajiban kita sebagai pemuda yang bergelut di dunia politik untuk menjaga agar demokrasi tidak bergeser ke arah politik identitas, karena jika hal itu terjadi, patut dipertanyakan nilai-nilai ke-Indonesiaannya.

Menurut dia, peran pemuda begitu penting dalam setiap babakan sejarah bangsa Indonesia, salah satunya adalah peran Sayuti Melik dan lainnya, sehingga muncullah proklamasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Dewasa ini, lanjut dia, partai politik adalah salah satu instrumen demokrasi yang bisa dijadikan jembatan pengabdian kepada masyarakat secara luas disamping instrumen lainnya seperti Non Goverment organisation (NGO) yang melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Merawat Demokrasi

Toni mengatakan indahnya demokrasi yang saat ini bisa dinikmati oleh seluruh bangsa Indonesia, tidak lepas dari peran mahasiswa yang berjuang dengan penuh pengorbanan saat itu.

Tentunya, lanjut dia, kewajiban bersama untuk tetap menjaga dan merawat demokrasi saat ini agar tetap pada tujuannya bahwa sistem demokrasi adalah jembatan mensejahterakan masyarakat.

"Ini konsensus kebangsaan yang telah disepakati, maka demokrasi jangan sampai bergeser dari tujuannya. Apalah arti demokrasi kalau tujuan besar mensejahterakan rakyat tidak tercapai, makanya Partai Golkar fokus tentang negara kesejahteraan, bagaimana sistem demokrasi sebagai alat untuk mensejahterakan rakyat Indonesia," ujarnya.

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya