Lamanya Antrean Haji di Pacitan, Menunggu hingga 33 Tahun

Oleh Liputan6.com pada 16 Okt 2021, 08:12 WIB
Diperbarui 16 Okt 2021, 08:12 WIB
Pergi ke Tanah Suci
Perbesar
Beberapa orang Indonesia melakukan umrah sebelum naik haji. Bisa dibilang, Indonesia mempunyai peminat cukup besar untuk jemaah umrahnya.

Liputan6.com, Surabaya - Daftar tunggu keberangkatan jemaah haji di Pacitan mencapai 33 tahun. Saat ini waiting list haji mencapai 3.925 orang.

Plt Kepala Kankemenag Pacitan Mukarom menyatakan, pihaknya masih menunggu ketentuan dari pemerintah pusat terkait kepastian keberangkatan calon jemaah Haji Kabupaten Pacitan.

"Hingga saat ini, kami juga menunggu kepastian dari pemerintah pusat terkait kebijakan dan kapan waktu pemberangkatan. Yang jelas kita semua harus mentaati aturan yang ada," imbuhnya, Jumat (15/10/2021), dikutip darI TimesIndonesia.

Sementara Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Pacitan Muhammad Sidiq menyatakan dari keseluruhan pendaftar yang sudah masuk rata-rata berasal dari Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Dari total Waiting List 5.925 Orang yang mendaftar sejak 2011 hingga 2021, ini yang belum berangkat. Kebanyakan mereka dari PNS dengan persentase 2.234 orang disusul kemudian yang bekerja pada swasta sejumlah 1.878," jelasnya.

Dari rentang waiting list selama 33 tahun, bisa dilihat bahwa  masih minim pendaftar haji yang berusia SD, SMP, atau SMA sehingga dikhawatirkan saat tiba pemberangkatan sudah usia lanjut.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Daftar Sejak Usia Dini

"Maka dari itu alangkah baiknya jika mendaftar sejak usia dini dengan banyak pertimbangan seperti biaya yang tidak sedikit belum lagi pada tahun 2053 nanti pasti sudah berusia lanjut," terangnya menegaskan.

Ditanya terkait minat pendaftar, selama pandemi Covid-19 Sidiq mengaku memang ada penurunan.

"Secara global sejak bulan April tahun 2020 lalu ada penurunan pendaftar. Padahal pada tahun 2019, perbulan rata-rata 100 orang. Untuk data per 1 Januari hingga 31 2021 baru ada 140 orang," katanya mengakhiri. 

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya