VIDEO: Tradisi Pladu, Warga Berburu Ikan di Bendung Sungai Boyolangu

Oleh Yusron Fahmi pada 07 Sep 2021, 21:11 WIB
Diperbarui 07 Sep 2021, 21:11 WIB

Liputan6.com, Jakarta Ratusan warga berbondong-bondong mendatangi bendungan Sungai Boyolangu, Tulungagung, saat proses flushing atau pengurasan bendungan pada Sabtu siang.

Menggunakan berbagai alat tangkap ikan tradisional, ratusan warga menyisir aliran sungai untuk berburu ikan yang terbawa arus. Kebiasaan warga ini lazim disebut sebagai tradisi pladu. Kegiatan pengurasan bendungan merupakan agenda rutin setiap tahun.

Namun, di masa pandemi Covid-19, petugas juru pengairan menerapkan strategi, agar masyarakat yang datang tidak terlalu banyak. Pengurasan sengaja digelar tidak sesuai waktu yang dijadwalkan, sehingga masyarakat yang datang berkurang 50 persen dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Ini dilakukan tiap tahun sekali, tujuan dari pladu, untuk servis pintu, kalau ada kerusakan bisa diketahui kesatu, kedua, sedimen di pintu, yang ketiga adalah untuk pengeringan tanah,” terang Misaji, Juru Pengairan Wilayah Sobontoro.

Flushing atau pengurasan bendungan setiap tahun digelar untuk perawatan infrastruktur dan mengurangi sedimen lumpur di dasar bendungan. Selain itu pengosongan air juga untuk mengeringkan lahan sawah menjelang musim panen padi. Demikian seperti diberitakan pada Liputan6, (6/9/2021).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya