Warga di Probolinggo 7 Malam Tidur di Kuburan Demi Cegah Jenglot Makan Jasad

Oleh Liputan6.com pada 26 Agu 2021, 22:05 WIB
Diperbarui 26 Agu 2021, 22:05 WIB
Makam Pemakaman dan Kuburan
Perbesar
Ilustrasi Foto Pemakaman (iStockphoto)

Liputan6.com, Probolinggo - Warga Desa Racek Probolinggo, memilih  berjaga dan tidur di atas kuburan warga baru meninggal selama tujuh malam. Kebiasaan yang sudah jadi tradisi warga setempat itu dilakukan untuk mencegah serangan jenglot yang diyakini mahkluk pemakan jasad manusia yang baru meninggal.

Budaya unik biasa dilakukan oleh warga setempat. Warga menjaga dan tidur di atas kuburan hingga mendirikan tenda di atas kuburan, selama tujuh malam secara bergantian.  

Konon, penjagaan tersebut biasa dilakukan sudah turun temurun, dengan tujuan agar jasad yang baru dikubur aman dari jenglot, si pemakan mayat manusia yang baru meninggal.

Di atas kuburan, warga memberinya sebuah pengaman berupa ayaman bambu. Anyaman bambu itu sebagai penangkal akan masuknya jenglot ke dalam kubur untuk memangsa mayat manusia.

Saher, salah satu warga mengatakan, tradisi jaga dan tidur di atas kuburan, hingga kini masih terus dilakukan oleh seluruh warga desanya. Menjaga dan tidur di atas kuburan yang masih belum di beri batu nisan, adalah suatu ke harusan bagi mereka.

“Warga meyakini bahwa ada binatang buas dan jenglot akan memakan jasad manusia yang baru meninggal. Itu kata warga dan sesepuh dahulu. Dari itu hingga sekarang, jika ada yang baru meninggal harus dijaga selama tujuh malam,” katanya, Kamis (26/8/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Tradisi ini juga dibenarkan oleh sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama di desa setempat. Meski saat ini jenglot dan bintang buas lainnya disebut sudah tidak ada lagi, namun warga masih terus melestarikan tradisi yang sudah turun temurun tersebut.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.


Tradisi Lama

Imron Hamzah, Pengurus MUI Tiris mengatakan, jika ada warga yang baru meninggal dalam menggali liang lahat atau kuburan, hendaknya kedalaman kuburan tersebut di sesuaikan dengan syariat Islam, sehingga jasad yang dikubur baunya tidak terciuam oleh binatang buas atau jenglot yang selama ini disebutkan oleh warga setempat.

“Warga hanya meneruskan tradisi saja. Yang mana dahulu katanya jika ada yang baru meninggal itu bisa dimakan binatang buas dan jenglot, tapi sekarang peristiwa seperti itu sudah tidak pernah terjadi lagi. Serangan jenglot dan binatang buas lainnya sudah tidak pernah terjadi. hanya saja warga tetap menjaga kuburan selama tujuh malam,” terang Imron

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya