Siswa SD Surabaya Serahkan Bantuan Covid-19 di Sekolah

Oleh Dian Kurniawan pada 04 Agu 2021, 23:17 WIB
Diperbarui 04 Agu 2021, 23:17 WIB
Siswa SD di Surabaya donasi Covid-19 di sekolahan masing-masing. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)
Perbesar
Siswa SD di Surabaya donasi Covid-19 di sekolahan masing-masing. (Dian Kurniawan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Surabaya - Siswa Sekolah Dasar (SD) membantu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menangani pandemi Covid-19. Mereka didampingi orang tuanya menyalurkan bantuan berupa mie instan, minyak goreng, gula dan beras, yang diserahkan kepada sekolah.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Airlangga Surabaya, Materai Faridhin mengungkapkan, melalui kegiatan ini diharapkan menumbuhkan kepedulian dan rasa empati sejak dini kepada lingkungan sekitarnya.

“Kami membuat edaran melalui grup Whatsapp bahwa kita menampung bantuan bagi anak-anak yang ingin berdonasi untuk Surabaya Memanggil. Ternyata ada tanggapan baik dari para wali murid, sehingga sejak Senin sudah ramai untuk memberikan sebagian rezekinya,” ujarnya, Rabu (4/8/2021).

Untuk mekanismenya, Materai memaparkan setiap kelas sudah mendapatkan jadwal penyaluran yang ditentukan oleh para pendidik. Bahkan, agar tidak terjadi kerumunan dirinya menyebut ada satu kelas yang penyebarannya dilakukan selama dua hari.

Setelah semua bantuan terkumpul, lanjut Materai, rencananya bantuan akan diserahkan ke Pemkot Surabaya melalui Kegiatan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).

“Jadi kita lakukan pengumpulan donasi ini selama dua minggu supaya tidak bergerombol dan tetap menjalankan protoko kesehatan (prokes) secara ketat. Jadi tanggal 12 akan kami serahkan,” ucapnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Dukungan Orang Tua

Dia memastikan, hingga hari ini bantuan yang sudah terkumpul didominasi oleh beras dan mie instan. Bahkan, tak sedikit dari siswa-siswi tersebut juga menambahkan bantuan dari yang sudah ditentukan seperti minuman teh maupun susu. Menariknya, Materai pun mengungkapkan semua pelajar dari 868 di sekolah tersebut berpartisipasi.

“Pelajar yang inklusi pun juga ikut menyumbangkan. Mereka sendiri yang menyerahkan. Terima kasih para orang tua atas dukungan anda semua," ujarnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya