Fenomena Angin Gending Landa Jatim, Warga Diminta Waspada

Oleh Dian Kurniawan pada 31 Jul 2021, 20:09 WIB
Diperbarui 31 Jul 2021, 20:09 WIB
Ilustrasi angin, inspirasi.
Perbesar
Ilustrasi angin, inspirasi. (Photo by Katarzyna Kos on Unsplash)

Liputan6.com, Surabaya - Kasi Data dan Informasi BMKG Klas I Juanda, Teguh Tri Susanto mengungkapkan, mayoritas wilayah Jawa Timur kini mengalami fenomena angin geurutee yang memicu kekeringan.

"Dalam istilah di Jawa Timur, angin geurutee biasa disebut dengan angin gending," ujar Teguh, Jumat (30/7/2021).

Teguh menjelaskan, angin geurutee diambil dari nama wilayah pegunungan di Aceh. Pegunungan ini terletak di kawasan Aceh Besar dan Aceh Jaya.

"Angin ini berhembus pada musim kemarau dan sifatnya panas serta kering, dapat merusak tanaman terdapat di daerah Probolinggo dan sekitarnya," ucapnya.

Teguh mengatakan, angin ini juga terjadi di sejumlah kawasan di Indonesia. Namun, memiliki istilah yang beragam, mulai dari angin wabraw di Biak, angin bahorok di Sumatera Utara, angin barudu di Sulawesi, angin kumbang di Cirebon, sampai angin brubu di Makassar.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Waspada

"Angin geurute merupakan fenomena angin fohn yang terjadi di wilayah Aceh. Sedangkan, untuk di wilayah Jawa Timur fenomena yang terjadi dinamakan angin gending, yaitu merupakan angin kencang tipe fohn," ujarnya.

Kendati tak membahayakan bagi umat manusia, Teguh meminta masyarakat untuk waspada dengan beragam fenomena alam serupa di Jatim, seperti angin kencang, gelombang tinggi, hingga cuaca ekstrem lainnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya