Stok Vaksin Surabaya Menipis, DPRD: Bukti Kita Ngebut

Oleh Liputan6.com pada 29 Jul 2021, 22:16 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 22:16 WIB
FOTO: Klinik Vaksinasi COVID-19 Massal Darurat di Surabaya
Perbesar
Warga menerima vaksin virus corona COVID-19 Sinovac di klinik vaksinasi massal darurat di lapangan sepak bola di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/7/2021). Indonesia tengah memerangi gelombang infeksi baru yang belum pernah terjadi sebelumnya. (JUNI KRISWANTO/AFP)

Liputan6.com, Surabaya - Wakil Ketua DPRD Surabaya Reni Astuti menyatakan menipisnya stok vaksin di Surabaya menjadi bukti Pemkot Surabaya serius menjalankan program vaksinasi.

"Jadi stok vaksin yang kemarin sempat kekurangan itu berarti kita ngebut mendistribusikan vaksin kepada masyarakat," ungkap Reni Astuti, dikutip dari TimesIndonesia, Kamis (29/7/2021).

Kendati demikian pihaknya meminta agar Dinas Kesehatan Kota Surabaya memastikan sebelum tahapan vaksin kedua, masyarakat sudah mendapat sosialisasi apakah vaksin sudah tersedia atau belum.

"Kalaupun belum tersedia harus menginformasi kepada warga yang sudah masuk jadwal tahap kedua. Jangan sampai mereka nervous loh harusnya hari ini tapi kok tidak vaksin," pintanya.

 "Mudah-mudahan saja stok vaksin Surabaya segera cepat datang diterima warga," imbuhnya.

Data terbaru menunjukkan bahwa kota ini mampu melakukan penyuntikan 40-50 ribu dosis vaksin per hari.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Pemaparan Eri Cahyadi

Kondisi stok vaksin yang mulai menipis diungkapkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

"Saat ini kita tinggal sekitar 3 ribu (dosis vaksin), itu pun untuk instansi tertentu. Untuk anak-anak terhenti dulu," bebernya pada Kamis (29/7/2021).

Stok vaksin yang tersedia adalah untuk instansi perbankan. Namun untuk dosis kedua masyarakat, pihaknya memastikan telah mengajukan permintaan ke pemerintah provinsi.

"Kami minta ke Bu Gubernur, Pangdam, Pak Kapolda karena stok vaksin Covid-19 ada yang dari pemerintah pusat turun ke Gubernur ada yang ke TNI/Polri," ucap mantan Kepala Bappeko Surabaya ini

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya