VIDEO: Fenomena Embun Es Selimuti Kawasan Kaki Gunung Semeru

Oleh Yusron Fahmi pada 29 Jul 2021, 21:21 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 21:21 WIB

Liputan6.com, Jakarta Suhu udara di kaki Gunung Semeru turun 4 derajat celcius, Selasa (27/7). Akibatnya, tanaman, dedaunan, dan tanah di sekitarnya diselimuti embun yang menempel membeku menjadi bunga es atau frost flowers.

Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, Lumajang ini, memiliki ciri khas, terutama dari suhunya. Kawasan yang dihuni suku tengger ini sejak 2 hari terakhir mengalami penurunan suhu ekstrem.

Selasa lalu temperatur mencapai 4 derajat yang membuat embun di permukaan tanah membeku. Diduga embun es terjadi, karena turunnya suhu udara, akibat perubahan musim atau pancaroba dari musim hujan ke musim kemarau.

Fenomena embun es ini terjadi hanya pada dini hari dan pagi hari. Embun es akan mencair saat siang hari. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang, fenomena embun es atau frost ini terjadi di sejumlah titik di kawasan Gunung Semeru, mulai dari kawasan permukiman Ranu Pani, Ranu Regulo, hingga kawasan Ranu Kumbolo.

“Di tahun ini sudah 2 kali menurut informasi relawan yang berada di Ranu Pani, sekitar April sama Mei juga itu muncul frost, suhunya kalau waktu itu terjadi di Ranu Kumbolo minus, setelah itu ada hujan, setelah itu hilang lagi frost-nya, nah ini mulai 2 hari kemarin muncul lagi frost, cuma setelah kita lihat di sana, suhunya tidak sampai minus, antara 0 sampai 5 derajat, muncul frost, tadi pagi juga muncul, maka dari itu BPBD memberikan sosialisasi kepada warga di saat pandemi seperti saat ini, tolong lebih waspada untuk protokol kesehatan,” terang Wawan Hadi Siswoyo, Kabid Pencegahan Kesiapsiagaan dan Logistik BPBD Lumajang.

Diperkirakan fenomena embun es terjadi hingga akhir bulan Juli. Petugas mengimbau warga untuk lebih waspada dalam menjaga kesehatan. Demikian seperti diberitakan pada Liputan6, (29/7/2021).

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya