BPBD Imbau Warga Pacitan Tidak Panik Hadapi Gempa

Oleh Liputan6.com pada 29 Jul 2021, 05:08 WIB
Diperbarui 29 Jul 2021, 05:08 WIB
Gempa Hari Ini di NTB dan NTT Tidak Berpotensi Tsunami
Perbesar
Hari ini, Jumat, 30 Desember 2016, gempa guncang Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. (Ilustrasi Gempa: cdn.abclocal.go.com)

Liputan6.com, Pacitan - Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Pacitan Dianita Agustinawati, memastikan tak ada kerusakan dan korban jiwa usai gempa magnitudo 5,2 menggoyang wilayah tersebut.

"Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada laporan kerusakan fisik bangunan maupun korban jiwa," katanya, Rabu (28/7/2021), dikutip dari TimesIndonesia.

Dianita menerangkan, BPBD Pacitan menyiapkan sejumlah upaya menyusun rencana kontijensi meliputi inventarisasi ancaman bencana kemudian disandingkan dengan kapasitas Pemerintah Daerah.

"Kami sudah koordinasi dengan Pemkab dan Lembaga Vertikal, dalam hal ini BPBD sebagai pengampunya," terangnya.

Pihaknya juga telah sosialisasi intensif kepada masyarakat pesisir selatan Pacitan dan pengelola objek vital nasional, wisata, tempat usaha dan siswa sekolah sebagai upaya pengurangan risiko terjadinya bencana serupa.

"Sejak gempa terjadi sampai pagi ini kami melakukan assesment ke semua wilayah seperti pesisir pantai, objek vital nasional, wisata, tempat usaha dan sekolahan untuk menyampaikan materi mitigasi bencana," jelasnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Imbau Tidak Panik

Dianita menghimbau kepada masyarakat bahwa potensi bencana di Pacitan harus disikapi dengan bijak dan tidak panik.

"Saya kira masyarakat sudah paham apa yang harus mereka lakukan saat gempa terjadi. Nilai mitigasi itu yang harus kita pupuk terus dan jangan panik," tegasnya.

Di kantor BPBD Pacitan sudah terpasang perangkat canggih sistem penerima peringatan dini Warning Receiver System Indonesia Tsunami Early Warning System, hibah dari BMKG yang nantinya, setelah beroperasi secara otomatis mengirim pesan melalui SMS Gateway kepada penerima sebanyak 100 orang pemangku kepentingan.

"Harapannya, para stakeholder agar segera dapat mengambil langkah yang diperlukan," imbuhnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya