Pengamat: Vandalisme Baliho Ingin Jatuhkan Marwah Puan Maharani

Oleh Dian Kurniawan pada 28 Jul 2021, 00:11 WIB
Diperbarui 28 Jul 2021, 00:11 WIB
Baliho Puan Maharani di Surabaya
Perbesar
Baliho berukuran jumbo bertuliskan "Mbak Puan" itu terlihat di jalan Pasar Kembang, Dukuh Kupang, Gunung Sari, Jemur Handayani, Karah Agung, Menur Pumpungan hingga ke jalan Kendang Sari Surabaya.

Liputan6.com, Surabaya - Aksi vandalisme terhadap baliho Ketua DPR RI Puan Maharani di Kabupaten Blitar dan Surabaya menjadi sorotan publik.

Direktur Indo Publika Asip Irama menilai, vandalisme berupa tulisan "Open BO" itu secara sengaja ingin menjatuhkan marwah Puan Maharani. Asip juga menduga, vandalisme itu menunjukkan sosok Puan menjadi ancaman dalam kancah politik nasional.

"Bagaimanapun kehadiran Mbak Puan dengan PDIP yang cukup solid adalah ancaman tersendiri bagi Calon Presiden 2024 lainnya, posisinya sebagai Ketua DPR RI, pertama, jelas memberikan nilai tawar  cukup tinggi, oleh sebaab itu bayak yang merasa tidak nyaman dengan kehadirannya dalam bursa capres 2024," kata Asip, Selasa (27/07/2021).

Menurut Asip, menjadi hal yang wajar jika kemudian aksi vandalisme itu dikaitkan dengan kepentingan Pilpres 2024. Sebab, nama Puan kian santer untuk maju baik sebagai calon presiden atau calon wakil presiden pada 2024 mendatang.

Kendati demikian, Asip menyarankan agar aksi vandalisme itu tidak ditanggapi secara berlebihan. Apalagi, kejadian tersebut sudah ditangani oleh aparat kepolisian.

"Black campaign tidak perlu dihadapi dengan berlebihan, karena respons berlebihan hanya akan merugikan serta menurunkan elektabilitas Mbak Puan, tulisan pada baliho itu masih ujian angin belum badai. Mbak Puan beserta timnya harus lebih bijak dan arif merespon kampanye-kampanye hitam," ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Hati-Hati

Sejak awal, kata Asip, munculnya baliho Puan secara massif di berbagai daerah memang diartikan sebagai pemanasan menuju 2024. Tidak sedikit masyarakat yang menyambut baik. Apalagi, kehadiran baliho tersebut memuat pesan positif, termasuk kampanya ptotokol kesehatan.

"Jadi, merespons serangan dari kubu yang tidak menghendaki kehadiran Mbak Puan harus betul hati-hati. Menurut saya, memilih bertahan dan terus berkampanye positif lebih baik dari sekedar menyerang balik," ucap Asip.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya